- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Kapolsek Siantan Angkat Bicara terkait Penemuan Mayat di Desa Tarempa Selatan

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo angkat bicara setelah gegernya penemuan mayat di Area Kebun Gunung Kromong, Jalan Meranti, Desa Tarempa Selatan pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Iptu Sutomo mengatakan bahwa setelah dilakukan identifikasi, diketahui bahwa mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, merupakan seorang warga Desa Tarempa Selatan yang bernama Sapril (52).
Mayat tersebut ditemukan dalam posisi telungkup dan ada luka gores pada wajah dan kaki bagian lutut seperti terjatuh serta lidah dalam keadaan tergigit.
"Korban ditemukan tadi dalam posisi telungkup. Luka gores pada bagian wajah dan kakinya dan lidah dalam keadaan tergigit. Mungkin dia kesakitan atau gimana karena ada obat promag juga di dalam tas korban," ucap Iptu Sutomo.
Iptu Sutomo juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari istri korban, sekira pukul 07.30 WIB korban ini berangkat dari rumah untuk pergi ke kebun miliknya.
"Sebelum berangkat ke kebun, korban ini sempat mengantarkan istrinya ke Pasar Tarempa untuk belanja kebutuhan toko ataupun warung sayuran miliknya," terang Iptu Sutomo.
Dari pihak keluarga korban terutama istrinya tidak mau melakukan visum ataupun otopsi ke rumah sakit. Maka dari itu, Iptu Sutomo pun menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk kemudian akan dibuatkan surat pernyataan bahwa keluarga tidak mau divisum.
"Jadi kami dari Tim Inafis identifikasi Polres Kepulauan Anambas sudah datang, karena keluarganya keberatan untuk dilakukan visum, ya kami menyerahkan jenazah ke pihak keluarga. Nanti kami akan buatkan surat pernyataan bahwasanya tidak mau divisum," ujar Iptu Sutomo. (Johanda).



















































