- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Tour Atase Negara Sahabat, 18 Delegasi Datang ke Batam

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kiri), bertemu dengan sejumlah delegasi dari negara-negara sahabat.
KORANBATAM.COM - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyambut baik kegiatan Tour Atase Negara Sahabat ke Batam. Ada belasan delegasi dari negara-negara sahabat yang datang langsung ke Batam.
“Kegiatan ini tentu sangat baik, karena sekaligus kita bisa memperkenalkan potensi Kota Batam,” kata Rudi, Rabu (23/6/2021).
Rudi mengatakan, Atase Negara Sahabat tersebut akan berkunjung ke sejumlah perusahaan di Kota Batam. Di antaranya PT Bandar Abadi dan PT Karimun Anugrah di Tanjunguncang.
Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak pada industri perkapalan yang mendukung peralatan pertahanan dan keamanan, sehingga diharapkan juga dapat menjadi peluang kerjasama.
“Ada 18 Negara sahabat yang datang ke Batam, karena itu hal ini tentu menjadi peluang bagi kita,” katanya.
Kegiatan Tour Atase Negara Sahabat sendiri merupakan program dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI). Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyambut baik karena Kota Batam dipilih menjadi salah satu kota yang dapat dikunjungi delegasi Atase Negara Sahabat tersebut.
Adapun Atase Negara Sahabat tersebut di antaranya Brazil, Brunei Darussalam, Kamboja, Kanada, Prancis, Jerman, India, Italia, Mexico, Belanda, New Zealand, Papua new Guinea dan Philipina.
“Kemudian, Srilanka, Timor Leste, United Kingdom, USA dan Vietnam,” kata Rudi.














































