- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Tim SAR dan Gabungan Lakukan Pencarian Nelayan Hilang saat Mencari Umpan

Keterangan Gambar : Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap nelayan hilang, Jumat(6/1/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Salahsatu nelayan asal Siantan dinyatakan hilang karena pompong yang dikendarai nelayan tersebut ditemukan tanpa awak kapal. Kepala Kantor SAR Natuna, Mexianus menceritakan korban pergi melaut dari pulau Nyamuk di tanggal 4 Januari diketahui korban(Ashadi) bermalam di pulau Lintang bersama nelayan lain.
Kemudian di pagi dini hari tanggal 5 Januari 2023 korban berencana berangkat bersama untuk mencari umpan namun korban berangkat terlebih dahulu. Pada sekitar pukul 7.00 WIB ditemukan pompong nelayan tanpa awak yang diyakini pompong korban.
Sekitar pukul 9.40 WIB Pos SAR Anambas menerima laporan dari nelayan Anambas kemudian informasi diteruskan kepada Kantor SAR Natuna untuk di tindaklanjuti. Hingga dengan sore hari (05/01) pukul 17.10 WIB Kantor SAR Natuna melalui Pos SAR Anambas bersama Potensi SAR dari TNI/POLRI, BPBD, HNSI dan masyarakat nelayan telah melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pompong di temukan yang merupakan titik duga korban hilang.
"Upaya koordinasi dan pencarian telah kita upayakan bersama masyakat nelayan dan TNI/POLRI, BPBD, HNSI. Hingga dengan sore tadi pencarian kita hentikan sementara terkait cuaca dan gelombang yang dilaporkan dari tim di lapangan mencapai 2-4 meter. Namun upaya koordinasi masih kita lakukan dengan pihak instansi terkait, " ujar Mexi saat di konfirmasi, Jumat (6/1/2023). (red )



















































