- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
3. 091 Pegawai BP Batam dapat Vaksinasi AstraZeneca

Keterangan Gambar : Pegawai di lingkungan BP Batam melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Gedung Marketing Center BP Batam, Batam Center, Batam, Kamis (1/4/2021).
KORANBATAM.COM - Setelah vaksinasi pejabat tingkat I hingga IV dilaksanakan pada bulan Maret lalu, kini Badan Pengusahaan (BP) Batam melaksanakan vaksinasi Covid-19 terhadap 3.091 pegawainya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Marketing Center BP Batam, Batam Center, Kota Batam, itu, dilakukan oleh tenaga kesehatan (Nakes), yang terdiri dari dokter beserta perawat RSBP Batam.
Kepala Seksi Pengembangan Layanan Medik Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Maisharah, mengatakan kegiatan vaksinasi Covid-19 pegawai di lingkungan BP Batam dilaksanakan secara bertahap selama 12 hari.
“Sesuai kordinasi dengan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BP Batam, kami akan melakukan vaksinasi kepada pegawai kurang lebih 3.091 pegawai BP Batam. Jadwalnya sudah diatur per harinya. Untuk jenis vaksinnya sendiri, kami menggunakan Vaksin AstraZeneca,” kata Maisharah, Kamis (1/4/2021).
Ia juga menjelaskan, bagi pegawai yang sudah terdaftar, akan melakukan tahap registrasi yang nantinya di-input ke aplikasi P-care milik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Setelahnya, pegawai akan melakukan proses screening atau penyaringan, yaitu mengukur tekanan darah, suhu tubuh, serta konsultasi adanya riwayat penyakit tertentu yang diderita oleh pegawai yang memiliki kontra indikasi terhadap vaksin tersebut.
“Bila lolos screening, maka bisa dilanjutkan ke tahap vaksinasi dengan dosis vaksin sekitar 0,5 cc yang disuntikkan pada bahu kiri. Pegawai yang telah divaksin akan menjalankan proses observasi kira-kira selama 30 menit, untuk melihat apakah pegawai mengalami kondisi pascavaksin, seperti alergi akibat pemberian vaksin,” jelasnya.
Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu, mengatakan bahwasanya, melalui vaksinasi dapat menjadi momentum keberhasilan penanganan Covid-19 dan membangkitkan perekonomian di Kota Batam.
Kepala BP Batam, yang juga merupakan Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengingatkan kembali agar setelah divaksin tetap harus menjaga protokol kesehatan.
“Setelah divaksin bukan berarti kita boleh bergerak bebas, kita tetap harus disiplin mengikuti protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat,” kata Muhammad Rudi.
Sumber: BP Batam




















































