- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Warga di sebagian wilayah Sub Desa Nyamuk, khususnya kawasan daratan RT 1 hingga RT 3 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tanjung Pandak, mengeluhkan pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi pada malam hari.
Informasi yang dihimpun, listrik mulai padam sekitar pukul 17.00 WIB dimana sebelumnya, pemadaman sempat terjadi secara menyeluruh namun kembali menyala.
"Tadi sempat padam semua, kira kira satu jam" ujar salah satu warga yang tak ingin namanya disebutkan.Senin (06/07/2026)
Setelah listrik kembali menyala sebagian warga lainnya bertanya tanya, mengapa hanya sebagian wilayah saja, sementara wilayah lainnya tetap padam.
Hingga pukul 23.00 WITA, listrik di kawasan terdampak belum juga menyala. Artinya, warga telah mengalami pemadaman hampir tujuh jam, sehingga memicu kekecewaan di kalangan pelanggan PLN.
Sejumlah warga mempertanyakan sistem pemadaman yang dinilai tidak merata. Pasalnya, kawasan Tanjung Pandak disebut sering mengalami pemadaman bergilir dalam durasi panjang dibandingkan daerah lain di Desa Nyamuk.
"Kami heran, kenapa yang sering padam hanya wilayah kami. Daerah lain jarang mengalami pemadaman selama ini, sementara di sini bisa berjam-jam," keluh seorang warga RT 1 itu kepada media ini.
Pemadaman listrik tersebut berdampak pada aktivitas warga hingga akses jaringan komunikasi yang bergantung pada pasokan listrik.
Pantauan di lokasi, suasana malam hari tampak gelap gulita di kawasan yang mengalami pemadaman. Hanya terlihat beberapa titik cahaya dari bangunan di wilayah lain yang aliran listriknya masih normal.
Warga berharap, PLN dapat memberikan penjelasan terkait pemadaman yang berlangsung cukup lama tersebut, sekaligus melakukan evaluasi pada sistem pendistribusian listrik agar pemadaman listrik tidak sering terjadi.
Pemadaman bergilir jangka waktu yang lama di Tanjung Pandak bukan pertama kalinya terjadi. Menurut warga sekitar, wilayah tersebut lebih sering mengalami pemadaman dibandingkan kawasan lain di Desa Nyamuk, sehingga menimbulkan kesan adanya ketimpangan pelayanan.(Ferengki/red).


















































