- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
900 Mubalig di Batam Disebar Selama Ramadan

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, memakaikan serban kepada perwakilan mubalig, saat melepasnya di hotel Harmoni One, Batam, Jumat (9/4/2021) malam.
KORANBATAM.COM - Sebanyak 900 mubalig di Batam disebar selama Ramadan 1442 Hijriah. Secara simbolis, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, melepas para mubalig dari hotel Harmoni One, Batam, Jumat (9/4/2021) malam.
Para mubalig bertugas di Ramadan kali ini, setelah Pemerintah Kota (Pemko) Batam membolehkan jemaah salat tarawih di masjid atau musala. Rudi berpesan, selama pelaksanaan kegiatan ibadah selama Ramadan, wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Pasalnya, sampai hari ini penyebaran Covid-19 masih terjadi di Kota Batam.
“Karena itu, saya harap kepada para mubalig yang ada di Kota Batam, saat berada di mimbar nanti, tolong edukasi masyarakat terkait protokol kesehatan,” pesan Rudi.
Rudi mengatakan, kebijakan yang diambil Pemko Batam saat ini bukan tanpa risiko. Karena, jika para jemaah mengabaikan protokol kesehatan, kasus jumlah Covid-19 dikhawatirkan akan melonjak.
“Butuh peran para mubalig untuk mengedukasi jemaah. Kita harapkan, apa yang dikhawatirkan bersama terkait bertambahnya jumlah kasus Covid-19 tidak terjadi,” katanya.
Saat ini, kata Rudi, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Cara tersebut yakni dengan vaksinasi, hanya saja saat ini masih terbatas dan belum semua masyarakat divaksin.
“Sedangkan cara kedua adalah, dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Menurut Rudi, pihaknya menargetkan Covid-19 dapat berakhir pada Desember 2021 mendatang. Sehingga dengan demikian diharapkan perputaran ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak.
“Kalau kita ingin wisatawan kembali masuk Batam, maka Covid-19 ini harus segera selesai. Mudah-mudahan Desember selesai program vaksinasi sehingga Covid-19 berakhir,” katanya.



















































