- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Dapil Jemaja, Ayub.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten kepulauan Anambas, Ayub desak pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk membantu warga pulau Jemaja yang terdampak krisis air bersih.
Menurutnya krisis air bersih yang dialami warga disebabkan kerusakan pada pompa air milik Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sistem Penyediaan Air Minum di wilayah tersebut.
Selain karena kerusakan pompa, menurunnya debit air yang disebabkan kemarau juga menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis air bersih.
Untuk itu, ia meminta pihak pihak terkait segera mengambil langkah yang sama seperti di pulau Siantan, dalam menyediakan air bersih bagi warga yang terdampak.
"Saya meminta kepada dinas terkait agar segera menyediakan tanki air di beberapa lokasi dekat dengan rumah warga yang terdampak, seperti yang dilakukan di Siantan." ucap Ayub, Kamis (13/08/2026)
Menurutnya, penyaluran air bersih yang dilakukan di Siantan merupakan solusi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.
"Di pulau Siantan sudah dilakukan oleh dinas PUPR dan lainnya, menyalurkan air ke tanki tanki dekat pemukiman warga yang terdampak. Harapan saya hal yang sama juga dilakukan di pulau Jemaja" ujarnya
Ia juga mengatakan, persoalan krisis air bersih yang terjadi saat ini harus dicarikan solusi untuk jangka panjang.
Sementara itu kepala dinas PUPRPRKP saat dikonfirmasi mengatakan, kalau di daerah Letung tidak menggunakan mesin pompa air seperti yang disebutkan. Ia juga mengatakan, menrunnya debit air membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penampungan.
"Di daerah Letung kita tidak menggunakan mesin pompa. Debit airnya jg sudah menyusut, butuh 22 jam waktu tampungan. Untuk sementara kita gunakan skema pembagian 1 hari pelayanan dan 2 hari tidak ada pelayanan" jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat, agar hemat menggunakan air
"Kami jg menghimbau kepada masyarakat untuk berhemat menggunakan air bersih, dikarenakan kita sudah masuk musim kemarau," pesannya. (Tanjung)



















































