- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Dapil Jemaja, Ayub.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten kepulauan Anambas, Ayub desak pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk membantu warga pulau Jemaja yang terdampak krisis air bersih.
Menurutnya krisis air bersih yang dialami warga disebabkan kerusakan pada pompa air milik Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sistem Penyediaan Air Minum di wilayah tersebut.
Selain karena kerusakan pompa, menurunnya debit air yang disebabkan kemarau juga menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis air bersih.
Untuk itu, ia meminta pihak pihak terkait segera mengambil langkah yang sama seperti di pulau Siantan, dalam menyediakan air bersih bagi warga yang terdampak.
"Saya meminta kepada dinas terkait agar segera menyediakan tanki air di beberapa lokasi dekat dengan rumah warga yang terdampak, seperti yang dilakukan di Siantan." ucap Ayub, Kamis (13/08/2026)
Menurutnya, penyaluran air bersih yang dilakukan di Siantan merupakan solusi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.
"Di pulau Siantan sudah dilakukan oleh dinas PUPR dan lainnya, menyalurkan air ke tanki tanki dekat pemukiman warga yang terdampak. Harapan saya hal yang sama juga dilakukan di pulau Jemaja" ujarnya
Ia juga mengatakan, persoalan krisis air bersih yang terjadi saat ini harus dicarikan solusi untuk jangka panjang.
Sementara itu kepala dinas PUPRPRKP saat dikonfirmasi mengatakan, kalau di daerah Letung tidak menggunakan mesin pompa air seperti yang disebutkan. Ia juga mengatakan, menrunnya debit air membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penampungan.
"Di daerah Letung kita tidak menggunakan mesin pompa. Debit airnya jg sudah menyusut, butuh 22 jam waktu tampungan. Untuk sementara kita gunakan skema pembagian 1 hari pelayanan dan 2 hari tidak ada pelayanan" jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat, agar hemat menggunakan air
"Kami jg menghimbau kepada masyarakat untuk berhemat menggunakan air bersih, dikarenakan kita sudah masuk musim kemarau," pesannya. (Tanjung)















































