- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Asah dan Tingkatkan Keterampilan Penegakan Hukum di Laut, Satrol Lantamal IV Gelar Latihan VBSS

Keterangan Gambar : Prajurit Satrol Lantamal IV mengasah keterampilan dalam latihan VBSS di laut. /Ilham
KORANBATAM.COM - Guna meningkatkan keterampilan dan pemahaman prosedur menegakan hukum di laut, Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Satrol Lantamal) IV menggelar latihan Visit, Board, Search And Seizure (VBSS).
Latihan tersebut dilaksanakan di dua lokasi yakni di Markas Komandan (Mako) Lantamal IV Tanjungpinang dan perairan Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), selama empat hari sejak, 15-18/2/2021) lalu.
Komandan Satrol (Dansatrol) Lantamal IV, Letkol Laut (P) Arif Prasetyo, dan juga sebagai perwira penyelenggara latihan VBSS TW I Tahun 2021, mengatakan bahwa latihan itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, dan pemahaman prosedur dalam kegiatan VBSS bagi Prajuirt Satrol Lantamal IV dalam rangka menegakan hukum di laut.
“Pelaksanaannya dengan macam-macam latihan teknis dan taktis pasukan. Sasaran dari latihan ini adalah, tercapainya pemahaman tentang teknik dan prosedur pada saat kegiatan VBSS, kemudian terwujudnya penguasaan keterampilan yang benar, baik secara individu maupun kelompok tentang,” ujar Letkol Laut (P) Arif, Rabu (24/2/2021).
Adapun metode yang digunakan, dalam sesi latihan tersebut ialah dengan diskusi, demostrasi, drill, latihan jasmani dan gladi lapangan serta sifat latihan satu pihak dikendalikan.
Sementara, materi latihan yang diberikan terdiri dari perencanaan misi, boarding atau cara naik kapal, pertempuran jarak dekat, pergerakan diatas kapal (ship movement), penanganan terhadap tahanan, penyiapan dan pengendalian sekoci (perahu penyelamat).
(ilham)



















































