- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Asah dan Tingkatkan Keterampilan Penegakan Hukum di Laut, Satrol Lantamal IV Gelar Latihan VBSS

Keterangan Gambar : Prajurit Satrol Lantamal IV mengasah keterampilan dalam latihan VBSS di laut. /Ilham
KORANBATAM.COM - Guna meningkatkan keterampilan dan pemahaman prosedur menegakan hukum di laut, Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Satrol Lantamal) IV menggelar latihan Visit, Board, Search And Seizure (VBSS).
Latihan tersebut dilaksanakan di dua lokasi yakni di Markas Komandan (Mako) Lantamal IV Tanjungpinang dan perairan Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), selama empat hari sejak, 15-18/2/2021) lalu.
Komandan Satrol (Dansatrol) Lantamal IV, Letkol Laut (P) Arif Prasetyo, dan juga sebagai perwira penyelenggara latihan VBSS TW I Tahun 2021, mengatakan bahwa latihan itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, dan pemahaman prosedur dalam kegiatan VBSS bagi Prajuirt Satrol Lantamal IV dalam rangka menegakan hukum di laut.
“Pelaksanaannya dengan macam-macam latihan teknis dan taktis pasukan. Sasaran dari latihan ini adalah, tercapainya pemahaman tentang teknik dan prosedur pada saat kegiatan VBSS, kemudian terwujudnya penguasaan keterampilan yang benar, baik secara individu maupun kelompok tentang,” ujar Letkol Laut (P) Arif, Rabu (24/2/2021).
Adapun metode yang digunakan, dalam sesi latihan tersebut ialah dengan diskusi, demostrasi, drill, latihan jasmani dan gladi lapangan serta sifat latihan satu pihak dikendalikan.
Sementara, materi latihan yang diberikan terdiri dari perencanaan misi, boarding atau cara naik kapal, pertempuran jarak dekat, pergerakan diatas kapal (ship movement), penanganan terhadap tahanan, penyiapan dan pengendalian sekoci (perahu penyelamat).
(ilham)















































