- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Asmono: Wartawan Harus Ditandai Sebagai Jurnalis yang Baik dengan Kompetensi

Keterangan Gambar : Sejumlah jurnalis saat mengikuti UKW di Ballroom Hotel Best Western Premiere Panbil
MELAYUNEWS.COM - Untuk menciptakan wartawan yang profesional dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis, Dewan Pers kembali mengadakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke XXVI di Batam. Kegiatan diselenggarakan di Ballroom Hotel Best Western Premiere (BWP) Panbil selama dua hari Jumat (1/7) dan Sabtu (2/7).
Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asmono Wikan menyebut pihaknya menyambut dengan suka cita agenda UKW di Kepri ini.
"Ini merupakan UKW putaran ke-26 oleh Dewan Pers. Kami berharap ini bukan yang terakhir diselenggarakan di Kepri. Insyallah tahun depan kita bisa kembali ke sini dalam konteks yang sama," ucapnya, saat membuka UKW tersebut, Jumat pagi.
Ia menyebut Dewan Pers saat ini juga tengah fokus dalam menggagas jurnalisme sehat jelang tahun politik Pemilu 2024.
Diketahui Polri bersama Dewan Pers Indonesia sepakat membuat Memorandum of Understanding (MoU) dan kerja sama program-program pertukaran informasi, sosialisasi dan edukasi mencegah polarisasi saat Pemilu 2024.
Terkait UKW, menurutnya dewan pers punya tujuan besar dalam kegiatan ini. Yakni menciptakan wartawan yang profesional dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik yang sesuai dengan kode etik jurnalistik dan perundang-undangan yang berlaku.
"Tujuan besar UKW ini di seluruh provinsi, kita ingin mengajak kawan-kawan bahwa dalam jurnalisme pentingnya sebuah akurasi. Karena dengan akurasi itulah berita akan memenuhi kaidahnya dan menjadikan berita yang berimbang," papar Asmono.
Ditegaskannya perspektif akurasi itu penting dalam kegiatan jurnalistik.
"UKW bukan tiket gratis kita punya status yang istimewa sebagai wartawan. Ini upaya untuk mengikrarkan kembali bahwa kita menguji diri. Jadi ini sebuah kebutuhan bukan paksaan," sebutnya.
Karena dikatakan Asmono, kemuliaan profesi wartawan harus ditandai kualitas jurnalisme yang baik.
"Dengan demikian sejalan dengan keberlanjutan sebuah perusahaan pers. Jika kualitas itu terjaga. Jadi jangan sampai terjadi degradasi profesi tanpa kompetensi. UKW ini sangat penting," terangnya.
Koordinator Penguji Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Ramon Damora dalam sambutannya berharap kegiatan ini terlaksana dengan baik. UKW kali ini diikuti sebanyak 42 peserta dari PWI dan 12 peserta dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
Saat pembukaan, juga dihadiri Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt dan Kadiskominfo Pemprov Kepri, Hasan S. sos. Keduanya juga berperan sebagai narsum dalam simulasi wawancara doorstop dan konfrensi pers dalam kegiatan UKW.(red )




















































