- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas

Keterangan Gambar : Erwin peternak ayam.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Dibalik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari dinikmati anak-anak sekolah, tersimpan cerita sederhana tentang manfaat yang ikut dirasakan masyarakat pelaku usaha ternak.
Salah satunya Erwin, seorang peternak unggas yang sehari-harinya mengumpulkan limbah makanan dari SPPG Tarempa Barat dan kemudian diolah menjadi pakan ternak miliknya.
Dengan izin dari pihak SPPG, dirinya memanfaatkan limbah makanan dari SPPG seperti nasi, sayuran, hingga potongan buah-buahan yang tidak habis dikonsumsi untuk dijadikan tambahan pakan ternakny
Pria berbadan gempal tersebut mengaku limbah makanan dari SPPG Tarempa Barat itu akan dicampur dengan bahan bahan lainnya sebelum diberikan untuk ayam dan bebek miliknya.
"Kita masak dulu lalu dicampur dengan ampas kelapa, ampas tahu dan pakan pabrikan (pelet unggas)," jelas Erwin. Senin (17/08/2026).
Menurutnya, dengan adanya limbah makanan dari SPPG tersebut sangat membantu dirinya dalam mengurangi belanja pakan ternak.
"Sangat membantu ya, saya bisa menghemat sekitar 40% belanja pakan. Biasanya belanja pakan itu berkisar empat sampai lima juta rupiah per bulan," terang Erwin.
Hasil pantauan di lokasi, unggas dalam peternakan milik Erwin berjumlah ratusan ekor lebih yang terdiri dari ayam kampung, entok dan ayam kampung unggul.
"Untuk ayam kampung kisaran 100 ekor, entok ada 160 ekor dan ayam kampung unggul berkisar 150 ekor, " lanjutnya.
Ia berharap, program MBG dapatvterus berjalan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anak anak di sekolah, namun juga memberi berkat bagi peternak peternak kecil lokal.(Ferengki).
Editor: Jhon
















































