- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
- Wali Kota Medan Buka Pekan Budaya Medan 2026
- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
Buka Musrenbang Kelurahan Sei Panas, Amsakar: Pemko Batam Komitmen Akomodir Usulan Masyarakat

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad membuka secara resmi musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Sei Panas. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad membuka secara resmi musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Sei Panas. Kehadiran dalam kegiatan tersebut untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan atau usulan pembangunan Tahun 2022 mendatang. Sehingga nantinya bisa terus dikawal yang akan menjadi prioritas.
“Musrenbang ini adalah satu tahapan rencana pembangunan tahun 2022 mendatang,” kata Amsakar, di Kantor Kelurahan Sei Panas, Jumat (29/1/2021).
Dijelaskan Amsakar bahwa, pada dasarnya Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk merealisasikan apa yang menjadi usulan masyarakat. Hanya saja ada banyak hal yang perlu dipahami jika beberapa usulan belum bisa direalisasikan.
Pertama, kata dia, tentu adalah terkait besaran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Batam. Tahun 2022 diproyeksikan sekitar Rp23 triliun rupiah.
“Kita ada 64 kelurahan, tentu tidak akan cukup,” katanya.
Maka itu, kata dia, melalui Musrenbang ini dilakukan pembahasan bersama antara masyarakat dengan Pemko Batam melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai dengan bidangnya.
Sehingga nantinya disepakati bersama bahwa yang akan didahulukan adalah yang prioritas. Sedangkan untuk yang belum diakomodir akan dilakukan tahun berikutnya.
“Jadi jangan berkecil hati jika usulan tahun ini belum terealisasi, anggaran kita memang terbatas. Tapi yang perlu digarisbawahi bahwa kami akan berkomitmen untuk merealisasikan semua usulan masyarakat,” katanya mengakhiri.
(ril)



































_jpg.jpg)
















