- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Calon Paskibraka Kota Batam Ikuti Prosesi Tantingan

MELAYUNEWS.COM, BATAM - Calon Pasukan Paskibraka (Capaska) tingkat Kota Batam mengikuti prosesi Tantingan, Minggu (30/7/2023).
Kegiatan pemusatan latihan dilaksanakan di Hotel Golden View Bengkong dan upacara dilakukan di halaman belakang hotel.
Tantingan adalah sebuah tradisi dalam proses seleksi Paskibraka yang bertujuan untuk memastikan kesiapan mereka untuk menjadi petugas pengibar bendera pada tanggal 17 Agustus nanti.
“Tantingan juga dimaksud utk meminta kesungguhan dan keyakinan peserta dalam mengikuti pemusatan latihan selama kurang lebih 20 hari sebelum mereka bertugas pada tgl 17 Agustus 2023 yang akan datang,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung.
Acara didahului dengan upacara yang dipimpin oleh Kepala Bakesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, Sekretaris Bakesbangpol, seluruh kabid, para pelatih dan oembina juga tim medis yang bertugas.
Riama mengingatkan peserta agar serius dan benar-benar mencurahkan seluruh kemampuan untuk mendengarkan arahan dari para pelatih dan pembina, karena suksesnya pelaksanaan pengibaran dan penurunan bendera pada tgl 17 Agustus nanti akan ditentukan dengan kualitas pelatihan dan keseriusan seluruh peserta dan pelatih.
“Tugas dan tanggung jawab ini tidak sebanding dengan apa yang sudah dilakukan oleh para pejuang bangsa untuk merebut kemerdekaan. Maka sebagai generasi muda Kota Batam kalian harus menunjukan bahwa kalian adalah putra putri terbaik yang berasal dari semua sekolah menengah yang ada di Kota Batam. Awali dan akhiri semua kegiatan dengan senantiasa berdoa pada Allah SWT,” kata Riama.
Setelah Upacara dilanjutkan dengan prosesi penerimaan peserta untuk dibina di Desa Bahagia. Satu persatu peserta masuk kemudian disambut oleh pembina dan pelatih. (red)















































