- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Cegah Kualitas Makanan dari Campuran Zat Berbahaya, BPOM Kepri Sidak Beberapa Penjual Makanan Takjil di Batam

Keterangan Gambar : Tim BPOM Kepri mengambil sampel makanan dari salah satu pedagang di pasar takjil Mega Legenda, Batam, untuk diperiksa, Rabu (21/4/2021) sore. Foto/ist
KORANBATAM.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) berbagai jenis makanan di pasar takjil Mega Legenda, Batam. Hal tersebut untuk mencegah kualitas makanan saat berbuka puasa takjil dari campuran zat kimia.
Kepala BPOM Kepri, Bagus Heri Purnomo, mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengawasan pangan pada bulan Suci Ramadan dan Idulfitri.
“Hari ini (Rabu), sampel yang kita ambil langsung kita uji di mobil laboratorium yang kita bawa. Ke depannya nanti, ada beberapa titik yang akan kita lakukan pengawasan, baik di Batam maupun di wilayah kabupaten,” kata Bagus, belum lama ini.
Sejauh ini, katanya, tidak ada ditemukan zat berbahaya dalam sampel makanan yang telah diperiksa oleh timnya tersebut.
“Semua hasil uji menggunakan rapid test. Alhamdulillah, makanan yang mengandung bahan berbahaya tidak ada, alias tidak kami temukan,” ujarnya.
Selama melakukan pengawasan di Kota Batam, sudah ada empat tempat yang didatangi oleh pihaknya sejak satu minggu, sebelum masuknya bulan suci Ramadan.
“Ini yang keempat, dan belum ada temuan penggunaan zat berbahaya,” kata dia.
Jika ke depan pihaknya menemukan ada makanan yang dijual mengandung zat berbahaya, maka akan memberi peringatan kepada penjual tersebut dan akan dilakukan pembinaan.
“Nanti kami juga minta keterangan dari penjual untuk pangan tersebut dapat dari mana?. Apakah buat sendiri atau beli dari suplier?, sehingga kami bisa menelusuri sampai ke pembuatnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada sebelum membeli dan mengonsumsi produk pangan, baik produk kemasan.
“Kalau produk olahan dalam kemasan, jangan lupa cek klik, cek kemasannya, apakah masih dalam kondisi yang baik, tidak rusak?. Jangan lupa juga, cek izin edarnya dan tanggal kedaluwarsa,” ujarnya sembari mengingatkan.
Sementara untuk makanan takjil, masih kata Bagus, pembeli harus memperhatikan warna makanan.
“Jangan membeli warna-warna yang mencolok, merahnya mencolok atau putihnya mencolok. Biasanya itu yang menggunakan bahan berbahaya dalam pangan,” tandasnya.
(ilham)















































