- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Cek Riwayat Kesehatan Anda Lewat Aplikasi Mobile JKN

Keterangan Gambar : Muhammad Aminullah, menunjukkan hasil Skrining kesehatannya, pada aplikasi Mobile JKN, Senin (31/5/2021).
KORANBATAM.COM - Screening riwayat kesehatan adalah satu program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai upaya untuk mendeteksi potensi risiko penyakit dalam diri seseorang seperti penyakit Diabetes Melitus, Hipertensi, Ginjal Kronik dan Jantung Koroner. Sekarang, screening dapat dengan mudah dilakukan melalui aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Peserta cukup memilih fitur Skrining pada aplikasi Mobile JKN, dan mengisi data diri seperti nomor kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) serta data diri lainnya.
Kemudian peserta dipersilahkan untuk menjawab soal-soal yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diderita, riwayat penyakit dalam keluarga, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil screening riwayat kesehatan pada saat itu pula.
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan, Yusrianto, mengatakan, untuk mengoptimalkan screening kesehatan pada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan meminta dukungan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan klinik pratama untuk dapat mengedukasi peserta JKN-KIS tentang pentingnya screening kesehatan.
“Sampai saat ini, total peserta JKN-KIS yang melakukan screening masih rendah. Padahal, hal ini cukup penting sebagai upaya promotif preventif untuk mengetahui resiko penyakit pada peserta JKN-KIS dengan cara yang sangat mudah,” kata Yusrianto, Senin (31/5/2021).
Salah satu peserta JKN-KIS, Muhammad Aminullah, bersedia meluangkan waktu mengisi Skrining pada aplikasi Mobile JKN. Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang tinggal di Kavling Bukit Kamboja ini mulai mengisi data yang diminta, sebelum menjawab pertanyaan pada fitur Skrining di aplikasi Mobile JKN.
“Saya sudah lumayan lama memiliki aplikasi Mobile JKN ini di handphone saya, tapi belum pernah mengisi screening tersebut,” katanya.
Setelah mengisi pertanyaan yang terdapat di fitur Skrining pada aplikasi Mobile JKN, Amin mendapati hasil bahwa, ia beresiko rendah terhadap empat penyakit. Ia mengatakan akan meminta keluarganya untuk melakukan screening seperti yang ia lakukan, sebagai upaya untuk mendeteksi dini kemungkinan terkena resiko penyakit kronis tersebut.
“Mungkin karena saya tidak memiliki riwayat dari keluarga saya, sehingga hasilnya saya beresiko rendah, tapi nanti akan saya coba juga ke keluarga saya yang lain,” ujarnya.
(Ilham)



















































