- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
Cek Riwayat Kesehatan Anda Lewat Aplikasi Mobile JKN

Keterangan Gambar : Muhammad Aminullah, menunjukkan hasil Skrining kesehatannya, pada aplikasi Mobile JKN, Senin (31/5/2021).
KORANBATAM.COM - Screening riwayat kesehatan adalah satu program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai upaya untuk mendeteksi potensi risiko penyakit dalam diri seseorang seperti penyakit Diabetes Melitus, Hipertensi, Ginjal Kronik dan Jantung Koroner. Sekarang, screening dapat dengan mudah dilakukan melalui aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Peserta cukup memilih fitur Skrining pada aplikasi Mobile JKN, dan mengisi data diri seperti nomor kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) serta data diri lainnya.
Kemudian peserta dipersilahkan untuk menjawab soal-soal yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diderita, riwayat penyakit dalam keluarga, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil screening riwayat kesehatan pada saat itu pula.
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan, Yusrianto, mengatakan, untuk mengoptimalkan screening kesehatan pada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan meminta dukungan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan klinik pratama untuk dapat mengedukasi peserta JKN-KIS tentang pentingnya screening kesehatan.
“Sampai saat ini, total peserta JKN-KIS yang melakukan screening masih rendah. Padahal, hal ini cukup penting sebagai upaya promotif preventif untuk mengetahui resiko penyakit pada peserta JKN-KIS dengan cara yang sangat mudah,” kata Yusrianto, Senin (31/5/2021).
Salah satu peserta JKN-KIS, Muhammad Aminullah, bersedia meluangkan waktu mengisi Skrining pada aplikasi Mobile JKN. Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang tinggal di Kavling Bukit Kamboja ini mulai mengisi data yang diminta, sebelum menjawab pertanyaan pada fitur Skrining di aplikasi Mobile JKN.
“Saya sudah lumayan lama memiliki aplikasi Mobile JKN ini di handphone saya, tapi belum pernah mengisi screening tersebut,” katanya.
Setelah mengisi pertanyaan yang terdapat di fitur Skrining pada aplikasi Mobile JKN, Amin mendapati hasil bahwa, ia beresiko rendah terhadap empat penyakit. Ia mengatakan akan meminta keluarganya untuk melakukan screening seperti yang ia lakukan, sebagai upaya untuk mendeteksi dini kemungkinan terkena resiko penyakit kronis tersebut.
“Mungkin karena saya tidak memiliki riwayat dari keluarga saya, sehingga hasilnya saya beresiko rendah, tapi nanti akan saya coba juga ke keluarga saya yang lain,” ujarnya.
(Ilham)


















































