- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Dinas PUPRPRKP Anambas, Listrik sudah dibayarkan, Penyaluran Air Bersih Kembali Normal

Keterangan Gambar : Kepala Dinas PUPRPRKP Kabupaten Kepulauan Anambas, Syarif Ahmad saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Selasa (26/03/2024).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Penyaluran air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ke masyarakat Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas sempat terhenti sejak Jumat (22/03/2024) lalu.
Terhentinya penyaluran air bersih itu disebabkan adanya penyegelan meteran listrik di Kantor Unit SPAM oleh pihak PLN.
SPAM ini sendiri berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPRKP) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Penyebab penyegelan meteran listrik tersebut karena adanya tunggakan pembayaran listrik.
Kepala Dinas PUPRPRKP Kabupaten Kepulauan Anambas, Syarif Ahmad memberikan penjelasan terkait penyegelan meteran listrik tersebut.
Syarif Ahmad mengatakan, pada Jumat (22/03/2024) yang lalu, ada pemberitahuan dari PLN mengenai tunggakan pembayaran listrik SPAM.
Menanggapi itu, Dinas PUPRPRKP segera melakukan proses pengajuan untuk pembayaran listriknya. Namun karena pada hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur, proses pengajuan pun tidak bisa dilakukan.
"Kemarin hari Jumat ada pemberitahuan dari PLN mengenai tunggakan. Jadi diproseslah pengajuan untuk pembayaran listriknya, namun karena Sabtu dan Minggu hari libur maka proses pengajuan baru bisa selesai pada hari Senin," ucap Syarif Ahmad saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (26/03/2024).
Namun ternyata, lanjut Syarif menjelaskan, hari Sabtu dan Minggu itu dihitung oleh pihak PLN sebagai hari semenjak keterlambatan pembayaran listrik, sehingga dilakukanlah penyegelan terhadap meteran tersebut.a
Dimana penyegelan itu baru bisa dilepaskan segelnya apabila sudah dilakukan pembayaran untuk tunggakan listrik tersebut.
"Namun ternyata, hari Sabtu dan Minggu dihitung sebagai hari semenjak keterlambatan itu, jadi dilakukanlah penyegelan meteran itu," ujarnya.
Untuk pembayaran tunggakan listrik itu, Syarif mengungkapkan, sudah dibayarkan pada Senin (25/03/2024) semalam, pihaknya juga telah menghubungi PLN untuk membuka segel meteran tersebut.
"Sudah dibayarkan, kita hubungi PLN agar dibuka lagi segelnya. Hari Senin baru bisa nyala lagi listrik SPAM dan penyaluran air bersih ke masyarakat sudah kembali normal," pungkasnya.(Johanda).



















































