- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Diteriaki Maling Sopir Taksi Online Sempat Diamuk Massa, Ternyata Bukan Maling

Keterangan Gambar : Terlihat kaca mobil taksi online milik Fendy rusak, Sabtu (6/5/2023).
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Viral sebuah video yang beredar di media sosial mobil toyota calya dengan nomor polisi BP 1392 JO berstiker Grab Car di amuk beberapa pengendara bermotor, Sabtu (06/05/23) malam.
Dalam video terdengar teriakan maling yang menyebabkan dikejar beberapa motor yang sempat melibatkan seorang pengendara naik ke body mobil dan menginjak-injak hingga kaca depan mobil hancur yang akhirnya berhasil meloloskan diri dan berlindung di kantor Polsek Batam Kota namun akhirnya bertolak menuju Polsek Bengkong.
Informasi yang diterima mobil tersebut adalah mobil taksi online. Pengemudi mobil tersebut bernama Fendy seorang sopir taksi online.
Fendy mengatakan awal mula kejadiannya berawal dari dirinya mengantar penumpang di jalan Kampung Belimbing.
"Awalnya saya antar penumpang di jalan kampung belimbing, namun karena jalan disana agak sempit maka dr arah dalam ada mobil juga, sempat marah-marah, lalu saya bilang ini jalan umum bu, lalu anak dari ibu itu tidak terima lalu turun mobil dan memecahkan kaca spion saya dan kemudian saya diteriakin maling oleh anak ibu tersebut, dari situlah awal mulanya hingga akhirnya saya di kejar beberapa orang yang menggunakan motor," ucap Fendy.
Fendy juga mengatakan bahwa dirinya sudah membuat laporan di Polsek Bengkong terkait kasus ini.
"Saya buat laporan karena saya tidak bersalah , saya bukan maling," terang Fendy.
Akibat dari kejadian ini ratusan driver online baik roda dua maupun roda empat mendatangi polsek bengkong sebagai bentuk solidaritas.
Sementara itu Kepala Polisi Sektor ( Kapolsek ) Bengkong IPTU Muhammad Risky Saputra mengatakan sudah menerima laporannya namun karena kejadian berada di dua lokasi yang berbeda laporannya diserahkan ke pihak Polresta Barelang.
"Ia sudah kami terima, namun karena lokasi kejadian berada di lokasi yang berbeda yakni wilayah Bengkong dan batam kota, maka laporannya kita serahkan dengan pihak Polresta Barelang," jelas Risky kepada media ini.
Saat ini kasusnya sudah di ambil alih pihak Polresta Barelang yakni Kanit Jatanras AKP. Ferry Supriyadi yang juga turun langsung ke Polsek Bengkong ( Win )



















































