- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Dokter Hewan Karantina Pantau Terus Kesehatan Hewan Kurban

Keterangan Gambar : Petugas kesehatan dari Karantina Tanjungpinang saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Anambas, Jumat (12/5/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yaitu sapi yang masuk dari Natuna di Tanjung Momong Desa Tarempa Timur pada Jumat, 12 Mei 2023.
Dokter Hewan dari Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Pinang, Reza Mahlevi mengatakan, bahwa dari hasil pemeriksaan secara fisik, kondisi hewan tersebut terlihat sehat dan secara fisik terlihat segar.
" Dari pemeriksaan mulut dan kuku sebagai gejala klinis penyakit mulut dan kuku tidak terlihat ada luka-luka yang mengindikasikan penyakit mulut dan kuku dan secara umum suhu tubuhnya normal jadi secara fisik hewan ini bisa dinyatakan sehat," ungkapnya.
Dia juga mengatakan bahwa pihak Karantina akan terus memantau perkembangan hewan tersebut selama 14 hari kedepan dan kalau memungkinkan akan mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium agar dapat dipastikan bahwa hewan tersebut benar- benar sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.
" Kita akan terus memantau selama 14 hari, jika memungkinkan kita akan mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratorium agar hewan tersebut benar- benar bisa dinyatakan sehat dan aman untuk dipergunakan pada saat Idul Adha nanti," jelasnya.(Johanda)



















































