- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
- Wali Kota Medan Buka Pekan Budaya Medan 2026
- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
Duta CHSE Batam Ikut Dampingi Menparekraf

Keterangan Gambar : Duta CHSE dan Kadisbudpar Batam, Ardiwinata (tiga dari kanan) saat menghadiri Konferensi Pers Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno dengan sejumlah pelaku pariwisata di Kota Batam, dalam Kunkernya di Kota Batam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Duta CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) Batam Dhiaulhaq dan Dokter Missy ikut mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno di Batam, pada Jumat (22/1/2021) kemarin.
Dalam Konferensi Pers tersebut, ia menilai adanya Duta CHSE di Kota Batam merupakan gagasan yang baik untuk merangkul semua lapisan masyarakat terlibat melaksanakan Protokol Kesehatan.
“Duta CHSE ini adalah bagian dari gerakan secara masif di seluruh wilayah Indonesia, dan program CHSE ini program unggulan di masa pandemi,” terangnya.
Kunjungan kerjanya tersebut, Sandiaga meninjau sejumlah lokasi pariwisata di Kota Batam seperti Nongsa Point Marina (NPM), Nongsa, Infinite Studio Batam, dan Palm Spring Batam, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam. Sebelumnya, ia meninjau pelaksanaan Protokol Kesehatan (Protkes) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
“Saya meninjau kesiapan dan pelaksanaan Protkes di Bandara Hang Nadim, saya melihat kepatuhan petugas sangat ketat,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan itu diantaranya, Walikota Batam Muhammad Rudi, Assisten ekonomi pembangunan Kepri Syamsul Bahrum, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kepri Buralimar dan juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Batam Ardiwinata.
Sandiaga menyebutkan, ada dua (2) hal yang ingin ia dapatkan dalam kunjungannya. Pertama, memastikan kesiapan Protkes yang ketat dan disiplin sehingga ekonomi kembali menggeliat, terutama sektor pariwisata.
“Kita bisa melihat yang paling terdampak hotel dan restauran dengan tingkat kunjungan yang turun,” imbuhnya.
Kedua, lanjutnya, selain industri pariwisata secara umum, ekonomi kreatif menjadi perhatian Kemenparekraf. Batam, lanjut dia, industri kreatifnya sangat tumbuh karena berdekatan dengan pusat pertumbuhan dunia yaitu Singapura dan Malaysia, maka dari itu perlu dijaga.
“Saya sangat mengenal Batam, usaha pertama saya sebagai pebisnis di Batam dan bernostalgia setiap kali ke sini. Batam punya potensi yang luar biasa,” papar dia.

Keterangan gambar : Bersua foto bersama. (Foto : istimewa)
Sandiaga juga mengungkapkan yang akan diterapkan Kemenparekraf di Batam yang notabenenya merupakan boarder tourism seiring kunjungan ini. Menurutnya, kunci pertama adalah meyakinkan bahwa situasi kesehatan ini kelola dengan ketat dan disiplin, selain memulai merencanakan program-program stimulus agar Parekraf terus bangkit.
“Jika Batam bisa mendapatkan angka penularan yang terus menurun dan zero community infection. kita mungkin kita bisa menerapkan boarder tourism ini sebagai gerbang nomor dua atau tiga setelah Bali,” imbuhnya.
Sumber: Disbudpar Batam



































_jpg.jpg)
















