- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Ekodesi: Mudik Dilarang Bukan Berarti Fery Tak Jalan, Ini Syarat Calon Penumpangnya

Keterangan Gambar : Calon penumpang saat dilakukan pemeriksaan swab tes Antigen.
KORANBATAM.COM - Untuk menyikapi adanya informasi yang beredar ditengah masyarakat agar tidak simpangsiur beroperasinya fery Tarempa-Tanjungpinang, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) dan Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Anambas, Ekodesi menyampaikan, agar masyarakat memahami yang dilarang itu adalah mudik. Namun sesuai dengan surat edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada akhirnya menerbitkan Permenhub (PM) Nomor 13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 tetap ada aktivitas namun terbatas.
Setelah koordinasi dengan pihak manajemen perusahaan pelayaran maka kapal fery tujuan Tarempa-Tanjungpinang tetap jalan namun calon penumpang wajib memenuhi persyaratan.
“Warga Anambas dilarang mudik bukan berarti tidak ada pelayaran namun bersifat urgensi,” kata Ekodesi kepada media ini, Selasa (11/5/2021).
.jpg)
Keterangan gambar: Kadishub LH Kepulauan Anambas, di ruang kerjanya.
Dia juga menambahkan, kapal Ferry Tarempa-Tanjungpinang akan tetap beroperasi dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, namun ada pengurangan jadwal keberangkatan sesuai situasi kondisi.
Perjalanan ini tidak terbuka untuk masyarakat umum, dengan pengecualian:
A. Bagi pegawai instansi pemerintahan/ASN (Aparatur Sipil Negara) dan pegawai Badan Usaha Milik Negara-Daerah (BUMN-D), menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari pejabat setingkat Eselon II.
B. Bagi pegawai swasta menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari pimpinan perusahaan.
C. Bagi pekerja sektor informal menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari Kepala Desa (Kades)/Lurah/Ketua Rukun Tetangga/Warga (RT/RW).
D. Kunjungan duka anggota keluarga meninggal dan kunjungan keluarga sakit, menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari Kepala Desa/Lurah/Ketua RT/RW.
E. Bagi masyarakat untuk keperluan pengobatan, ibu hamil, dan kepentingan persalinan, menunjukkan surat rujukan dokter dari fasilitas kesehatan.
Selain itu calon penumpang wajib memiliki surat keterangan Real Time (RT) Antigen Non Reaktif dan akan dilaksanakan pemeriksaan kelengkapan administrasi oleh tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Penumpang yang ingin menggunakan fasilitas ini diharapkan dapat tiba lebih awal karena akan ada pemeriksaan administrasi di pelabuhan,” ujarnya.
(jhon)



















































