- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ketua Komisi II DPRD Anambas Minta Pemkab Amankan Stok Sembako

Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Anambas, Ayub.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi cuaca di wilayah Anambas mulai memasuki angin kencang serta gelombang tinggi, bahkan pada Sabtu (29/11/2025) lalu, pelayaran Ferry VOC atau Seven Star telah dibatalkan berlayar karena kondisi cuaca yang buruk.
Kondisi cuaca buruk seperti ini memang selalu terjadi pada saat memasuki akhir tahun, yang mana biasanya masyarakat Anambas menyebutnya musim Utara.
Belajar dari tahun tahun sebelumnya, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Anambas, Ayub mendorong Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah mitigasi (mengamankan) bahan pokok sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.
Menurut Ayub, kondisi cuaca ekstrem sudah mulai terasa dan berpotensi semakin memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, pemerintah diminta tidak menunda langkah pengamanan stok bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat.
“Sekarang sudah masuk cuaca ekstrem. Kita tidak bisa menebak, dari sekarang bahan pokok harus disediakan,” ujar Ayub, Minggu (30/11/2025)
Ia menjelaskan, bahwa daerah kepulauan seperti Anambas sangat bergantung pada transportasi laut dalam memasok kebutuhan pokok sehari-hari. Ketika kapal tidak bisa berlayar, pasokan bahan pokok otomatis terhenti.
Jika hal itu terjadi, masyarakat akan langsung merasakan dampaknya, mulai dari berkurangnya stok hingga melambungnya harga sejumlah bahan pokok. Kondisi seperti ini, menurutnya, selalu berulang setiap musim cuaca ekstrem.
“Kondisi ini harus tanggap, jangan sampai setiap tahun berulang-ulang harga naik, stok kosong karena transportasi. Itu alasan klasik,” tegasnya.
Langkah preventif menjadi solusi terbaik. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan distributor demi memastikan ketersediaan stok sembako tercukupi selama cuaca ekstrem.
Ayub juga meminta agar mitigasi bahan pokok dilakukan secara terukur dan tetap diawasi dengan ketat agar tidak menimbulkan praktik yang merugikan masyarakat.(ferenki)




















































