- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
Jika Ada Oknum Ngaku Jaksa Minta Transfer Uang Jangan Langsung Percaya, Hubungi Kejaksaan

Keterangan Gambar : Kacabjari Natuna di Tarempa Roy Huffington Harahap (dok)
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Berdasarkan laporan dari masyarakat banyak ditemukan pejabat Pemerintahan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Pemerintahan Desa di Kabupaten Kepulauan Anambas mengaku telah menerima telepon dan pesan dari orang yang tidak dikenal dengan mengaku sebagai Jaksa.
"Modus penipuannya, pelaku menelepon calon korban dengan nomor WhatsApp menggunakan foto profil orang berpakaian dinas Kejaksaan, lalu Pelaku mengaku sebagai Jaksa dan menanyakan meminta keterangan yang berkaitan dengan penegakan kasus hukum Tipikor," kata Kacabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington Harahap kepada media ini, Minggu (27/3/2022).
Roy juga menjelaskan pelaku dengan lihai mencoba untuk memperdayakan penyelenggara pemerintahan karena adanya dugaan kasus korupsi. Saat itulah sipelaku menawarkan solusi agar masalah tidak dilanjutkan dengan meminta sejumlah uang sebagai imbalannya.
"Jika calon korban tidak ingin diproses hukum, pelaku mengirimkan nomor rekening tertentu kepada calon korban dan meminta calon korban mentransfer uang kepada pelaku," ujarnya.
Roy Huffington Harahap mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya pejabat Pemerintahan Daerah dan Pemerintahan Desa agar tidak mudah percaya dengan nomor telepon gelap dari orang yang tidak dikenal kemudian mengaku sebagai Jaksa.
"Kalau ada oknum menelepon mengaku sebagai jaksa silahkan laporkan kepada kami. Karena kami tidak pernah memintai keterangan melalui telepon tapi pemanggilan resmi jika ada hal yang mengandung dugaan korupsi," katanya. (red )


















































