- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Kelangkaan BBM Jenis Pertalite, Pemkab Anambas Gelar Rakor

Keterangan Gambar : Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Yohanes Maria Vianey Sawu
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Terkait isu kelangkaan BBM jenis Pertalite di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas mengadakan Rapat Koordinasi Kelangkaan BBM Khusus Pertalite di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas pada Senin, 29 Mei 2023.
Rapat Koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepuluan Anambas, Sahtiar SH, MM dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dandim 0318 Natuna, Kapolsek Siantan, Inspektur Daerah, Kepala Dishub LH, Kepala DKUMPP, Kepala Satpol PP, Kabag Perekonomian dan SDA, Kabid Perdagangan DKUMPP, Pejabat Fungsional Analisis Kebijakan SDA, Pejabat Fungsional Analisis Kebijakan Dalam Negeri/Pengawas BBM, Penyalur BBM (Kurdinata) di Tanjung Momong, Penyalur BBM (Kamarudin) di Air Sena, serta 6 (Enam) utusan para pengecer BBM wilayah Tarempa dan Tarempa Selatan.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Yohanes Maria Vianey Sawu mengatakan bahwa sebenarnya BBM itu tidak langka tetapi akibat dari isu kelangkaan BBM ini, membuat masyarakat panik dan akhirnya berbondong-bondong membeli BBM dengan sepeda motor dan juga membeli dengan menggunakan botol, makanya BBM dipenyalur itu habis akibat masyarakat yang membeli dan disimpan untuk stok.
" Karena ketakutan masyarakat soal kelangkaan BBM, jadinya masyarakat menyimpan BBM tersebut makanya di penyalur itu habis," ucap Yohanes usai melaksanakan Rakor.
Yohanes juga mengatakan bahwa ada peraturan dari Kepala BPH Migas nomor 6 tahun 2015 tentang sub penyalur tetapi setelah dilakukan kordinasi dengan pihak BPH Migas dan Pertamina mereka mengatakan hal itu sedang di Moratorium, mereka lebih mengutamakan pembangunan SPBU satu harga.
" Pembangunan SPBU satu harga itu investasinya besar sementara Anambas adalah kepulauan kecil sehingga cukup sulit untuk dilaksanakan," ujarnya.(Johanda)




















































