- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Kemendagri Dukung Penuh Pulau Ngenang Pusat Batik Marlin

Keterangan Gambar : Kunjungan kerja di rumah tenun Pulau Ngenang. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendukung penuh pengembangan Pulau Ngenang menjadi pusat batik marlin. Sebagaimana yang selama ini digagas oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi.
Analisis Kebijakan Utama Kementerian Dalam Negeri, Nata Irawan mengatakan bahwa, pihaknya sangat memberikan apresiasi yang tinggi karena ada kerajinan batik di Pulau Ngenang. Terlebih lagi sudah ada ciri khas batik marlin.
“Kita lihat sangat banyak potensi di sini, kalau pulau Jawa sudah biasa membuat batik, tapi kalau ada di Pulau Ngenang tentu sangat luar biasa,” ujar Nata saat melakukan kunjungan kerja di rumah tenun Pulau Ngenang, Rabu (13/1/2021).
Nata berpesan agar ke depan Pulau Ngenang bisa ditetapkan menjadi kawasan industri. Tentunya ditetapkan melalui Peraturan Walikota (Perwako) ataupun peraturan lainnya.
Pihaknya mengaku juga akan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta kementerian terkait lainnya.
“Untuk pengembangan Pulau Ngenang ini memang harus ada perencanaan yang matang,” katanya.
Sementara, Ketua Dekranasda Kota Batam Marlin Agustina Rudi mengatakan, Pulau Ngenang memang memiliki banyak potensi yang menarik untuk dikembangkan. Saat ini tak hanya kerajinan batik saja tapi juga sudah mengembangkan kerajinan songket.
“Terimakasih kepada masyarakat Pulau Ngenang yang sama-sama mau mengembangkan pulau ini,” kata Marlin.
Jangka panjang, Pulau Ngenang dicanangkan akan menjadi kawasan pariwisata. Sebelum pandemi Covid-19 sebenarnya banyak wisatawan yang datang, hanya saja sejak Covid-19 dibatasi karena memang tidak memungkinkan.
“Kenapa saya pilih pulau ini, karena dekat dengan Singapura dan Malaysia,” katanya.
Marlin juga mengatakan ke depan pihaknya juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat setempat untuk membuat home stay. Sehingga jika nanti sudah normal, wisatawan bisa menginap di home stay yang dikelola masyarakat.
“Akan kita ajari bagaimana masyarakat membuat home stay yang nyaman bagi wisatawan,” jelasnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepal Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam Azril Apriansyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gustian Riau, serta Camat Nongsa Arfandi.
(ril)















































