- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
Khatib serta Imam di Musala Nurul Hidayah Polisi, Ternyata Berpangkat Ajun Komisaris Polisi

Keterangan Gambar : AKP Mardalis saat menjadi khatib di Musala Nurul Hidayah, Kabil. (Ist)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Shalat Jumat, 3 Oktober 2025 hari ini di Musala Nurul Hidayah dalam Komplek PT Alfamart kawasan Industri Kabil, berbeda dari biasanya. Sebab yang menjadi khatib serta imam shalat Jumat kali ini adalah polisi.
Ia adalah Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mardalis, SH., Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Samapta Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau (Kepri), di Kota Batam.
AKP Mardalis tampil mengenakan seragam polisi dengan sorban hijau di bahu.
Kehadirannya menarik perhatian jamaah. Apalagi AKP Mardalis masih muda, namun memiliki suara merdu serta pengetahuan mendalam ilmu agama Islam. Maka tak heran, bacaan ayat Alquran dilantunkannya sangat fasih.
Jamaah musala Nurul Hidayah seksama menyimak isi khutbah yang disampaikan AKP Mardalis.
Sebagai penegak hukum, AKP Mardalis mengawali khutbahnya dengan menyampaikan pesan-pesan kemananan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas. Kemudian pentingnya menjaga silaturahmi serta saling tolong menolong dalam kebaikan.
Mardalis melanjutkan khotbahnya yang berjudul Mari Kembali kepada Al Quran dan Hadist.
Dia menyebut setinggi apapun pangkat dan jabatan, jika kehidupan tidak berpedoman kepada Al-Quran serta hadist maka semua itu akan sia-sia dan hanya akan melahirkan kemudhoratan.
“Jika sebagai pejabat dan pemimpin namun tidak memahami dan tak berpedoman kepada Al-Quran, maka kepemimpinannya akan menimbulkan kemudhoratan. Karena dia akan mencari keuntungan untuk diri dan kelompoknya dengan jalan yang tidak diridhoi Allah SWT,” ucapnya dihadapan jamaah Jumat yang hadir.
Menurut dia, jika kehidupan tidak didasari petunjuk dari Al-Quran maka pasti kehidupan tersebut akan jauh dari ketenangan dan kemaslahatan.
“Yang ada adalah permusuhan, pertikaian dan perpecahan. Semua itu dilarang oleh allah dalam Al-Quran, namun karena tidak memahami Al-Quran maka jadilah kita sebagai pribadi-pribadi yang keras, kasar serta tidak bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk,” ucapnya.
Di akhir ceramahnya, Mardalis berharap semoga semua kembali kepada ajaran Alquran demi kebahagiaan semua umat di dunia maupun diakhirat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan moral dan kamtibmas melalui mimbar dakwah.
(iam/red)


















































