- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
- Wali Kota Medan Buka Pekan Budaya Medan 2026
- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
Komitmen Turunkan Angka Stunting, Pemko Batam Bentuk Tim Penanganan

Keterangan Gambar : Rapat strategi nasional percepatan pencegahan stunting tahun 2018-2024.
KORANBATAM.COM, BATAM - Angka Stunting di Batam mencapai 3.876 balita atau 8,31 persen (%). Angka itu jauh di bawah nasional yang mencapai 27,6 persen. Meski begitu, angka stunting harus terus ditekan, target hingga lima tahun bisa turun hingga 50 persen.
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, komitmen untuk menurunkan angka stunting di Batam tersebut harus terus dilakukan. Ia menyampaikan komitmen tersebut juga menjadi perhatian Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
“Dalam 5 tahun ke depan minimal bisa turun 50 persen dari angka yang ada saat ini. Pak Wali Kota (Muhammad Rudi) komitmen untuk memberikan perhatian terhadap penanganan stunting ini,” ujarnya saat memimpin Rapat Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2018-2024, Senin (8/2/2021).
Untuk itu, pihaknya membentuk tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), hingga sampai Camat dan Lurah. Adapun tim yang dibentuk tersebut tidak hanya fokus dalam penanganan kasus yang sudah ada saja. Tapi bagaimana bisa melakukan upaya pencegahan.
“Penyuluh di lapangan harus terus dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Penyuluhan bisa dilakukan untuk pasangan yang akan menikah, kemudian hamil dan melahirkan,” kata dia.
“Sehingga kita harapkan juga memiliki data yang benar-benar sesuai dengan yang ada di lapangan,” ujarnya.
Untuk Kota Batam, Ketua Tim Percepatan Pencegahan Stunting diketuai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri. Rapat Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2018- 2024 tersebut juga dihadiri langsung Wakil Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Sari Amsakar.
Kemudian, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri Mediheryanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam Rahmad Iswanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP3A), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Batam Umiyati.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, berharap dengan terbentuknya tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, dapat berjalan seiring sehingga penanganan stunting di Batam terarah.
“Supaya kebijakan antar OPD saling terintegrasi dan tidak jalan sendiri-sendiri,” katanya.



































_jpg.jpg)
















