- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Komitmen Turunkan Angka Stunting, Pemko Batam Bentuk Tim Penanganan

Keterangan Gambar : Rapat strategi nasional percepatan pencegahan stunting tahun 2018-2024.
KORANBATAM.COM, BATAM - Angka Stunting di Batam mencapai 3.876 balita atau 8,31 persen (%). Angka itu jauh di bawah nasional yang mencapai 27,6 persen. Meski begitu, angka stunting harus terus ditekan, target hingga lima tahun bisa turun hingga 50 persen.
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, komitmen untuk menurunkan angka stunting di Batam tersebut harus terus dilakukan. Ia menyampaikan komitmen tersebut juga menjadi perhatian Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
“Dalam 5 tahun ke depan minimal bisa turun 50 persen dari angka yang ada saat ini. Pak Wali Kota (Muhammad Rudi) komitmen untuk memberikan perhatian terhadap penanganan stunting ini,” ujarnya saat memimpin Rapat Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2018-2024, Senin (8/2/2021).
Untuk itu, pihaknya membentuk tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), hingga sampai Camat dan Lurah. Adapun tim yang dibentuk tersebut tidak hanya fokus dalam penanganan kasus yang sudah ada saja. Tapi bagaimana bisa melakukan upaya pencegahan.
“Penyuluh di lapangan harus terus dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Penyuluhan bisa dilakukan untuk pasangan yang akan menikah, kemudian hamil dan melahirkan,” kata dia.
“Sehingga kita harapkan juga memiliki data yang benar-benar sesuai dengan yang ada di lapangan,” ujarnya.
Untuk Kota Batam, Ketua Tim Percepatan Pencegahan Stunting diketuai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri. Rapat Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2018- 2024 tersebut juga dihadiri langsung Wakil Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Sari Amsakar.
Kemudian, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri Mediheryanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam Rahmad Iswanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP3A), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Batam Umiyati.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, berharap dengan terbentuknya tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, dapat berjalan seiring sehingga penanganan stunting di Batam terarah.
“Supaya kebijakan antar OPD saling terintegrasi dan tidak jalan sendiri-sendiri,” katanya.




















































