- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Kunjungi Hutan Batu Tabir, Bupati Anambas Minta Jaga Kelestarian Hutan

Keterangan Gambar : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng bersama rombongan saat memasuki hutan Batu Tabir.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kunjungi lokasi tumbuhnya bunga Raflesia di hutan Batu Tabir, Aneng berpesan agar semua masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kelestarian Raflesia jenis Hasseltii tersebut.
Menurut Aneng menjaga kelestarian salah satu bunga terlangka itu perlu, karena itu menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung.
"Tolong bagi kita yang berkunjung, agar sama sama menjaga, jangan merusak," pesan Aneng dihadapan rombongan pengunjung, Minggu (21/12/2025)
Selain menjadi objek wisata bagi warga lokal, hutan Batu Tabir juga kerap dikunjungi oleh orang dari luar kepulauan Anambas yang ingin mengabadikan moment saat bunga yang berasal dari parasit tersebut mekar.
"Minggu lalu ada juga rombongan dari luar yang datang untuk melihat bunganya saat mekar" ujar Satria, salah satu pemandu jalan.
Ia menceritakan, lokasi ditemukannya bunga Raflesia itu pernah juga dikunjungi oleh mahasiswa/mahasiswi dari salah satu universitas ternama di Indonesia.
"Pernah juga mahasiswa mahasiswi dari luar Anambas datang ke sini" ujarnya.
Sementara, data yang tercatat di Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Anambas, Institut Pertanian Bogor bersama KPH Anambas melakukan penelitian pada tanggal 3 November 2024.
Setelah mendokumentasikan bakal bunga Raflesia itu, Bupati beserta rombongan bergegas balik. Terlihat kekecewaan di wajah sebagian besar rombongan, karena belum bisa mengabadikan momen berfoto dengan Raflesia yang sedang mekar. (ferengki)



















































