- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Langgar Aturan Parkir, Mobil Plat Merah Digembok Petugas Dishub

Keterangan Gambar : Dua unit mobil berplat merah bernomor polisi BP 1502 T (kanan) dan BP 1460 A (kiri), milik pejabat Pemkot Tanjungpinang di gembok oleh petugas Dishub Kota Tanjungpinang karena melanggar aturan saat parkir di area terlarang. /1st
KORANBATAM.COM - Dua unit mobil berplat merah bernomor polisi BP 1502 T dan BP 1460 A, milik pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang harus di gembok oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang. Pasalnya mobil tersebut melanggar aturan saat parkir di area terlarang yang berada di Jalan Pos depan Hotel Tanjungpinang.
Diketahui dua mobil dinas itu merupakan milik Dadang Abdul Gani yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Keuangan. Sedangkan satu mobil dinas lagi milik pejabat yang bertugas di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lantas) Dishub Tanjungpinang, Teguh Santoso, mengatakan, pihaknya tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban kendaraan yang memarkirkan kendaraannya sembarangan.
“Tetap kita tindak sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam Peraturan Walikota (Perwako),” tegas Teguh, Jumat (5/3/2021).
Sebelum digembok, kata Teguh, pihaknya sudah memanggil pemilik mobil kendaraan tersebut dengan menggunakan pengeras suara agar memindahkan kendaraannya. Akan tetapi, himbauan pemanggilan tersebut tidak diindahkan oleh yang bersangkutan.
“Sudah kita panggil dengan pengeras suara, karena tidak diindahkan, maka langsung dilakukan pengembokan. Hendaknya pemilik mobil plat merah ini menjadi contoh bagi masyarakat lainnya, bukannya justru mereka pula memarkir kendaraan ketempat yang tidak dibenarkan,” jelasnya.
Atas kejadian itu, masih kata Teguh, pihaknya memberi teguran dan membuat pernyataan tertulis agar pemilik mobil tidak mengulangi perbuatannya lagi.
“Jika masih mengulangi lagi, akan kami diberikan sanksi tegas berupa denda sebesar Rp500 ribu. Kami akan terus melakukan patroli untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan, terutama di kawasan kota lama yang sudah ditetapkan Wali Kota Tanjungpinang sebagai kawasan tertib lalu lintas dan perparkiran,” tandasnya.
(cr1)



















































