- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Nongsa

Keterangan Gambar : Limbah minyak hitam diduga B3 mencemari pantai laut Nongsa, Rabu(3/5/).(ist)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Polisi menduga limbah minyak hitam yang mencemari pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam berasal kapal yang terbakar di perairan Malaysia. Kapal itu diketahui terbakar pada Senin (1/5) lalu.
"Diduga limbah B3 cair tersebut sementara berasal dari kejadian dua hari yang lalu yaitu Senin(1/5) telah terjadi kebakaran di perairan Malaysia, Kapal MT PABLO berbendera Gabon rute China-Singapura," kata Kombes Nasriadi, dilansir detiksumut, Rabu (3/5/2023).
Nasriadi mengatakan Bahwa informasi yang diterima pihaknya dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam bahwa, dilihat dari hasil Satelit Print pada tanggal 30 April 2023 ada tiga lokasi tumpahan minyak yg berada di OPL (outer port limit) timur dengan luasan estimasi tumpah 13,70 km.
"Menurut perkiraan kejadian cemaran di garis Pantai Kampung Melayu ini, punya hubungan dengan tumpahan yang terjadi di OPL timur juga," ujarnya.
Tidak hanya di sana, diduga limbah minyak hitam tersebut ada juga ditemukan di daerah Labuh Jangkar Perairan Batu Ampar dan Tanjung Uncang, Kota Batam. Ditreskrimsus juga telah berkoordinasi KSOP dan DLH untuk melakukan penanggulangan sementara dan mencari tahu asal usul limbah tersebut.
"Tadi dari pihak KSOP melakukan penanggulangan sementara dengan menggunakan alat Absorbent Pad yang tujuannya untuk menyerap tumpahan minyak," ucapnya.(detik.com /red)















































