- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
Mi Instan Berbahaya, Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Keterangan Gambar : ilustrasi mi instan. /Shutterstock
KORANBATAM.COM - Mi instan menjadi salah satu makanan yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Hal ini lantaran cara masaknya yang praktis dan juga harganya yang cukup terjangkau.
Mi instan yang mengandung banyak natrium bisa jadi cukup berbahaya bila dikonsumsi terlalu sering. Mi goreng mengandung 1070 miligram natrium. sedangkan Mi rebus mengandung natrium sebanyak 1330 miligram.
Padahal, menurut World Health Organization (WHO), jumlah kebutuhan natrium pada tubuh manusia adalah di bawah 2000 miligram. Selain natrium, kandungan lemak dan karbohidratnya pun cukup tinggi.
Hal ini membuat mi instan tak baik bila terlalu sering dimakan. Adapun dampak mengonsumsi mi instan terlalu sering bagi tubuh dari berbagai sumber sebagai berikut:
1. Gangguan pencernaan
Mengonsumsi mi instan terlalu sering atau terlalu banyak dapat mengganggu sistem pencernaan. Hal ini lantaran kandungan serat dan nutrisi pada mi instan cukup rendah.
Sembelit atau susah buang air besar bisa terjadi apabila tubuh tak cukup menerima serat.
2. Stroke
Kandungan natrium yang tinggi bisa menyebabkan gangguan stroke. Kandungan natrium yang tinggi juga bisa menyebabkan penyakit lain seperti penyakit jantung, hipertensi, dan kerusakan ginjal.
3. Obesitas
Mi instan mengandung kalori yang tergolong cukup tinggi. Hal ini lantaran mi instan terbuat dari tepung terigu. Obesitas dapat terjadi bila tubuh memakan banyak karbohidrat tanpa diimbangi dengan aktifitas fisik yang sepadan.
4. Diabetes
Karbohidrat yang tinggi juga dapat memicu diabetes. Karbohidrat di dalam tubuh nantinya akan diubah menjadi glukosa.
Orang yang terlalu sering memakan mi instan tubuhnya akan kesulitan menghasilkan insulin. Padahal insulin tersebut bekerja untuk mengubah glukosa menjadi energi.
Itulah 4 penyakit yang bisa diderita apabila terlalu banyak atau terlalu sering makan mi instan. Jagalah tubuh Anda dengan mengkonsumsi makanan bergizi.
Sumber: Suara.com
















































