- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Minyak Pertalite Langka, Warga Perbatasan Merana

Keterangan Gambar : Ilustrasi (net)
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Permasalahan bahan bakar minyak Pertalit sampai saat ini masih menjadi kendala di Kabupaten Kepulauan Anambas yang merupakan kabupaten termuda di Kepri. Bahkan masyarakat terancam putus transportasi khususnya bagi pemilik kendaraan bermotor roda dua sebab untuk mengantar anak sekolah dan masuk kerja ke kantor pemerintahan tidak bisa karena pertalite tidak ada.
"Jangankan untuk jalan-jalan, minyak untuk antar anak ke sekolah saja tidak ada. Apalagi kalau nanti kerja, bagaimana ini. Bukan kita malas namun tidak mungkin rasanya jalan kaki pergi kekantor, jaraknya bukan dekat, kita merana kalo begini," kata salahsatu Warga, Wandi kepada media ini, Rabu(10/5/2023).
Dia menambahkan pihak agen berjanji hari Jumat yang lalu bahan bakar pertalite sudah masuk namun ketika ditunggu waktu yang dijanjikan tidak juga ada bahan bakar minyak sehingga saat ini kalaupun harganya naik Rp 20 ribu sampai 25.000 per botol tetap akan dibelinya.
"Kalau misalnya harga perbotol Rp 25 ribu tetap akan saya beli namun masalahnya hingga saat ini saya sudah keliling-keliling cari bahan minyak pertalite tetap juga tidak ada, bagaimana kita nanti untuk mengantar anak sekolah dan bekerja," ujarnya.
Wandi berharap kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas bisa mencarikan solusi agar permasalahan bahan bakar minyak di Kabupaten Anambas bisa tersedia tidak seperti saat ini yang hampir terjadi setiap tahun sehingga permasalahan di masyarakat ini sangat krusial.
"Kita harusnya malu kepada kabupaten-kabupaten yang lain. Mereka aja nggak pernah yang namanya mengeluhkan masalah Pertalit padahal mereka bukan penghasil minyak dan gas. Kita bertahun-tahun selalu mengelukan masalah minyak kan aneh," ujarnya. (red )




















































