- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
- Wali Kota Medan Buka Pekan Budaya Medan 2026
- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
Pedagang Kaki Lima di Jembatan SP I akan Relokasi ke Tanjung Momong

Keterangan Gambar : Kadis PUPRPRKP Kabupaten Kepulauan Anambas, Syarif Ahmad, SE saat di wawancara oleh awak media, Senin(12/6/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPRPRKP) memberikan keterangan terkait Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sepanjang jalan Selayang Pandang (SP) I Tarempa yang akan direnovasi.
Kadis PUPRPRKP Kabupaten Kepulauan Anambas, Syarif Ahmad, SE mengatakan akan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada disepanjang jalan SP I, untuk lahan relokasinya berada di Tanjung Momong.
"Rencananya dalam satu bulan ini, kami melaksanakan pekerjaan di lahan relokasinya dan bulan depannya jalan SP I sudah bisa mulai dibongkar khusus 300 meter untuk pekerjaan tahap pertama," ucap Syarif saat diwawancarai awak media ini, Senin (12/06/2023).
Syarif juga mengatakan bahwa, Pemda sudah memberikan pagu kepada Dinas PUPRPRKP sebesar Rp. 200.000.000 untuk membuat kamar mandi, menara air dan tanki air, menyiapkan listrik sekitar 20 Ampere, kemudian sisanya akan dibuat paving blok untuk menaruh meja dan kursi bagi para pedagang yang akan berjualan disana.
"Kami membuat lokasi untuk PKL ini semi permanent, ya kalau untuk permanentnya Saya tidak mempunyai kapasitas untuk memberikan penjelasan karna lahan itu, lahan Gedung Olahraga (GOR) makanya kami membuatnya di sisi jalan GOR itu supaya pada saat ada pekerjaan GOR, tidak mengganggu," jelas Syarif.



















































