- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Pelabuhan Kusik Makan Korban, Dishub LH Anambas Akan Bangun Ulang Dengan Nilai Anggaran Rp.1,8 Milliar

Keterangan Gambar : Seorang warga Desa Rewak, Ihsan saat menunjukkan kondisi tiang penyangga dan kayu pijakan Pelabuhan Kusik yang sudah rusak.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pasca dihantam angin kuat pada Juni 2024 lalu, Pelabuhan Rakyat Kusik yang berada di Desa Rewak, Kecamatan Jemaja kondisinya kini sangat memprihatinkan.
Tiang penyangga bahkan kayu untuk pijakan sudah banyak yang lapuk, ditambah lagi beberapa ruas jembatan tidak ada kayu pijakan untuk bisa dilalui oleh masyarakat.
Seorang warga Desa Rewak, Ihsan mengatakan bahwa sudah banyak korban akibat dari kondisi pelabuhan tersebut.
"Dengan kondisi pelabuhan seperti ini, sudah banyak memakan korban. Semuanya jatuh ke laut," ujarnya
Ihsan menerangkan, kondisi korban ada yang mengalami luka ringan bahkan berat. Mayoritas korban yang jatuh mengalami luka di bagian lutut.
"Karena sebelum jatuh ke laut, lututnya tersangkut di antara kayu yang ada. Korban ditangani secara tradisional, cuma urut kampung," terangnya.
Pelabuhan Rewak, lanjutnya, merupakan pelabuhan utama masyarakat yang menghubungkan Kecamatan Jemaja dengan Kecamatan Jemaja Barat.
"Akses utama masyarakat, selain disini, warga tak bisa ke Jemaja maupun Jemaja Barat. Kita minta pemerintah segera perbaiki dan bikin yang bagus biar kita nyaman lewatnya," pintanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Anambas, Nurullah menjelaskan pelabuhan kusik akan dibangun dengan yang baru menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
"Walaupun belum selesai 100 persen penganggarannya, tapi nilai lumayan besar Rp.1,8 Miliar. Insya Allah tahun depan," ujar Nurullah saat dikonfirmasi, Rabu (18/12/2024).
Pembangunan pelabuhan ini masuk dalam kegiatan strategis daerah, sehingga pihaknya telah mengirimkan dokumen tender ke Inspektorat untuk kemudian direview.
"Setelah dari inspektorat, baru kita buka tender dini. Karena, kegiatan strategis daerah jadi bisa diadakan tender duluan. Bulan ini rencananya," terangnya.
Dampak dari tender dini diharapkan pembangunan Pelabuhan Kusik bisa dibangun lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.
"Cepat dibangun dan cepat juga selesai agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.(johanda).




















































