- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Pelaku Pencurian Perhiasan di Perumahan Golden Prima Gadaikan Hasil Curian untuk Berfoya-foya

Keterangan Gambar : Pelaku pencuri perhiasan di perumahan Golden Prima diperiksa penyidik Polsek Bengkong. (iam)
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Seorang pria di Kota Batam berinisial DRT melakukan pencurian sejumlah perhiasan emas berlian dan jam tangan mewah dengan total nilai Rp90 juta. Barang-barang tersebut kemudian digadaikan untuk berfoya-foya bersama teman-temannya.
Selama satu hari diburu, akhirnya Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkong menangkap pria 24 tahun ini di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
DRT dibekuk pada Selasa (27/9/2022) siang, sekira pukul 14.30 WIB, di gate keberangkatan bandara.
Dengan tangan terborgol, DRT digiring polisi keluar dari dalam Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Selanjutnya polisi menggelandang DRT ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bengkong untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Di kantornya, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bengkong, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Mardalis mengatakan, terduga pelaku saat ini masih diperiksa pihaknya terkait pencurian yang dilakukan DRT.
“Emas yang dicuri terduga pelaku milik Melvi Thobias (42 tahun). Kemudian terduga pelaku menggadaikan perhiasannya di pegadaian. Menurut keterangan terduga pelaku, hasil curiannya digunakan untuk berfoya-foya dan ongkos tiket pulang ke Surabaya,” ungkapnya, Rabu (28/9/2022) pagi.
Terpisah, terduga pelaku pencurian perhiasan emas, DRT mengaku bahwa, telah mencuri perhiasan milik kakak sepupunya yang disimpan di dalam lemari kamar terduga pelaku.
“Punya kakak sepupu (emasnya). Emasnya saya gadai Rp8 juta untuk beli tiket ke Surabaya, pergi ke Pasifik hotel, dan beli barang,” akuinya.
DRT juga mengatakan, dia sudah lama ingin mencuri perhiasan tersebut dan uangnya telah habis dipakai foya-foya sebanyak Rp3 juta.
“Sudah lama (direncanakan mencuri) dan saya menyesal,” ujarnya.
Kini ia hanya bisa menyesali perbuatannya dan terancam kurungan penjara maksimal 4 tahun dengan Pasal 362 dan atau Pasal 367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dalam Keluarga.(red)




















































