- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
Pelaku Usaha Anambas Keluhkan Pengurangan Reefer Container

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Anambas, mengeluhkan masalah pengurangan Reefer Container yang tersedia di Kapal Tol Laut. Dimana biasanya ada tiga unit Reefer Container yang tersedia di Anambas berkurang menjadi hanya satu unit.
Kabarnya, Dua Reefer Container yang biasanya tersedia di Anambas dialihkan ke Kabupaten Natuna karena telah dipesan oleh pengusaha di sana.
" Saya merasa kecewa dengan pengurangan ini, karena sangat berdampak pada bisnis yang dijalankannya," ucap Ronal Zainuddin salah satu pelaku UMKM di Anambas.
Ronal mengatakan bahwa sebelumnya ada tiga Reefer Container yang tersedia di Anambas dan harus bersaing untuk mendapatkannya.
" Para pengusaha kesulitan menampung hasil usaha mereka karena barang yang masih menumpuk dan tidak dapat dikirim disebabkan pengurangan Reefer Container ini," kata Ronal.
Ronal juga mengungkapkan bahwa informasi ya ia terima menyatakan bahwa pengurangan Reefer Container hanya untuk trip ini saja, dan untuk trip berikutnya kemungkinan besar Kapal Tol Laut akan kembali menyediakan tiga Reefer Container seperti biasanya.
" Dampak dari pengurangan ini tidak hanya dirasakan oleh pengusaha tetapi juga pada masyarakat yang bekerja sebagai nelayan yang ingin menjual hasil tangkapannya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, menyatakan bahwa sebenarnya masalah ini adalah masalah Business to Business bukan Business to Government. Untuk itu nanti pada tanggal 02 Mei 2023 kami akan mengumpulkan semua para pengusaha yang menggunakan Reefer Container untuk diberi penjelasan.
" Kita akan melakukan pertemuan dengan semua pengusaha yang menggunakan Reefer Container, selanjutnya kita akan memberikan Sosialisasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ungkap Masykur.(Johanda).
















































