- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Pelayanan Kesehatan Bergerak Jangkau Desa Terpencil

MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Untuk pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Anambas yang tinggal di desa-desa terpencil, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan hadirkan program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB).
Program ini bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat Anambas, terkhusus bagi yang tinggal di wilayah sulit akses atau transportasi untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
Kepala Dinas Kesehatan Anambas, Yessy Ariessandy, menegaskan bahwa program Pelayanan Kesehatan Bergerak merupakan upaya pemerintah daerah untuk pemerataan layanan kesehatan.
Menurut Yessy, salah satu tantangan terbesar dalam pemerataan pelayanan kesehatan di Anambas adalah aksesibilitas, yang mana banyak wilayah yang sulit dijangkau karena kondisi geografis Anambas yang terdiri dari pulau-pulau kecil.
“Permasalahan utama yang dihadapi dalam pemerataan layanan adalah akses yang terbatas, khususnya bagi daerah terpencil dan sangat terpencil,” kata Yessy. Jumat (12/12/2025).
Transportasi yang tidak rutin menuju desa-desa tertentu membuat masyarakat terkendala untuk datang berobat, ditambah dengan biaya transportasi carter yang cukup mahal.
Untuk itu, hadirnya program Pelayanan Kesehatan Bergerak bisa memberikan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat.
“Kita berikhtiar menjalankan program ini agar masyarakat terpencil tetap mendapatkan hak mereka atas layanan kesehatan,” ujar Yessy.
Dengan hadirnya program ini,warga tidak hanya bisa memeriksakan kondisi kesehatan mereka, tetapi juga menerima edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit.
Program PKB juga diharapkan mampu mendeteksi dini penyakit yang mungkin tidak terpantau selama ini akibat minimnya fasilitas kesehatan di wilayah terpencil.
Di tempat yang sama, Kpala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Anambas, Muswandar, mengatakan, Pelayanan Kesehatan Bergerak saat ini difokuskan pada tiga desa yang masuk kategori sangat terpencil.
“Wilayah yang masuk terpencil itu Desa Kiabu di Kecamatan Siantan Selatan, Desa Munjan di Kecamatan Siantan Timur, dan Desa Bayat di Kecamatan Siantan Utara,” ujar Muswandar.
Untuk pelayanannya sendiri, terang Muswandar, program ini menghadirkan 14 jenis layanan kesehatan, seperti pemeriksaan gula darah, golongan darah, asam urat, kolesterol, pelayanan dokter umum, hingga layanan dokter spesialis, dan masyarakat juga bisa melakukan skrining Tuberkulosis (TB) secara langsung.
Keberadaan dokter spesialis merupakan hal yang jarang ditemui di Puskesmas yang ada di wilayah terpencil tersebut, biasanya masyarakat harus ke RSUD untuk mendapatkan pelayanan lanjutan, kini mereka bisa langsung diperiksa tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Masyarakat sangat terbantu adanya kegiatan ini, karena untuk berobat ke RSUD butuh biaya dan waktu tempuh yang tidak sedikit,” jelasnya.(Ferengki).















































