- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Pemko Batam Maksimalkan PAD Melalui Transaksi Non Tunai

Keterangan Gambar : Rapat Rencana Implementasi Nontunai QRIS pada Jasa Perdagangan se-Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, pada Selasa (29/12/2020). (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2021 dengan penerapan nontunai. Dengan begitu, PAD diyakini akan meningkat signifikan.
“Ada beberapa retribusi yang masih menerapkan tunai. Sehingga tahun depan, ditargetkan sudah melalui nontunai,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, saat memimpin rapat Rencana Implementasi Nontunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Jasa Perdagangan se-Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, pada Selasa (29/12/2020).
Dikatakannya, adapun retribusi yang belum menerapkan nontunai tersebut persampah dan parkir tepi jalan. Ia meminta, agar dua potensi pendapatan Batam ini juga menerapkan nontunai melalui QRIS.
“Kita sudah konsen menerapkan nontunai ini sejak Tahun 2016, ditambah program terbaru dari BI (Bank Indonesia) melalui QRIS, perlu kita maksimalkan sistem nontunai ini,” ujarnya.
Selain itu, ia pun menggesa (percepat) agar implementasi QRIS di Batam segera diterapkan di sektor perdagangan di Batam. Ia mengaku, baru beberapa pasar saja yang mulai menerapkan QRIS. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, ia meminta semua pasar di Batam harus menerapkan transaksi nontunai melalui QRIS.
“Baru dua (2) pasar saja, setelah kemarin kita luncurkan QRIS bersama Walikota Batam, H Muhammad Rudi. Semua harus menerapkan ini, pasar yang dikelola pemerintah maupun yang dikelola swasta,” ujarnya.
Ia menyampaikan, melalui nontunai tersebut selain efisien, juga sangat aman. Ia mengatakan, pemegang uang tidak khawatir kecopetan ataupun mengalami kejahatan lain, karena tidak ada uang tunai di tangan.
“Jadi perlu disegerakan penerapan QRIS ini. Lagi pula sistem ini sangat cocok diterapkan di masa Covid-19 agar tidak ada penyebaran virus melalui uang tunai,” kata dia.
(ril)



















































