- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
- Wali Kota Medan Buka Pekan Budaya Medan 2026
- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
Pemko Batam Salurkan BPNT kepada KPM, Amsakar Pastikan Tepat Sasaran

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (kiri) saat menyalurkan program sembako kepada salah satu perwakilan dari KPM. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menyalurkan Program Sembako, yang sebelumnya bernama program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kemenenterian Sosial (Kemensos), Sabtu (16/1/2021). Untuk hari pertama, Program Sembako disalurkan untuk masyarakat Sagulung di agen Lancar Langeng sebanyak 300 dan agen Cunting Tanjung uncang Batuaji 208 keluarga penerima manfaat (KPM).
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, dalam penyaluran program dari Pemerintah Pusat itu, pihaknya memastikan 6T dapat terlaksana. Adapun, 6T tersebut antara lain adalah Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Nilai, Tepat Kualitas, dan Tepat Administrasi.
“Ini yang harus kita pastikan. Setelah kita tinjau di dua (2) lokasi penyaluran, Program Sembako ini sudah sesuai ketentuan dan rencana,” ujar Amsakar.
Amsakar menyampaikan, untuk seluruh Kota Batam, jumlah penerima Program Sembako tersebut sebanyak 21.293 KPM. Ia berharap, jumlah tersebut terus berkurang.
“Kalau jumlahnya berkurang, artinya program yang bertujuan mengatasi kemiskinan ini sudah berhasil,” ujar Amsakar, yang juga menjabat Ketua Pengentasan Kemiskinan Kota Batam itu.
Untuk nominal bantuan program tersebut, katanya, senilai Rp200 ribu. Di mana, uang tersebut harus ditukar dalam bentuk bahan pokok di 113 e-Warung yang tersebar di Kota Batam. Adapun komoditas bahan pangan yang didapat seperti beras, kacang hijau, telur, hingga jeruk.
“Dalam penyaluran ini, kami harus turun melihat bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Dan alhamdulillah, kriteria 6T sudah terpenuhi,” ucap Amsakar.
Ia berharap, di lokasi lain, penyaluran program tersebut juga lancar. Ia tak ingin masyarakat kesulitan dalam pencairan bantuan tersebut. Ia menegaskan, petugas di lapangan diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jangan nanti masyarakat sudah jauh-jauh datang, ketika tiba di e-Warung, kartunya tak bisa digesek,” ujarnya mengakhiri.
(ril)



































_jpg.jpg)
















