- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Pemko Batam Tegur Pelaku Usaha yang Melanggar Prokes

Keterangan Gambar : Kepala Satpol-PP Kota Batam, Salim, memberi imbauan kepada pengunjung di salah satu tempat usaha di Kota Batam, Sabtu (20/2/2021) malam.
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali memberikan teguran kepada para pelaku usaha yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Batam, Salim, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pengawasan di lapangan. Hasilnya, didapati memang masih banyak masyarakat yang mengabaikan Protokol Kesehatan.
“Tadi malam (Sabtu, 20/2/2021) kita turun, ada tiga Kecamatan yang kita pantau. Di antaranya Kecamatan Sekupang, Batam Kota dan Lubuk Baja, Kota Batam,” ujar Salim, Minggu (21/2/2021).
Untuk wilayah Kecamatan Batam Kota, lanjut Salim, ada sejumlah titik yang menjadi perhatian pihaknya. Seperti Dataran Engku Hamidah dan Kawasan kuliner Mega Legenda, Batam Center.
“Di Engku Hamidah ada 10 orang warga yang tidak menggunakan masker, langsung kita berikan teguran,” beber Salim.
Kemudian, lanjutnya, di kawasan Mega Legenda, pihaknya masih menemukan tempat-tempat usaha yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan sebagaimana yang selama diimbau Pemko Batam. Umumnya yang dilanggar adalah jarak yang terlalu dekat dan jumlah pengunjung yang terlalu banyak. Pihaknya langsung memberikan teguran secara tertulis kepada pelaku usaha tersebut.
“Langsung kita beri surat peringatan, beberapa diantaranya bahkan ada yang sudah dua kali dan tiga kali melanggar,” jelasnya.
Dari tiga kecamatan, kata Salim, yang paling banyak adalah Kecamatan Batam Kota, ada tujuh tempat usaha yang diberikan peringatan. Kemudian di Kecamatan Sekupang, ada dua dan di Kecamatan Lubuk Baja ada satu.
“Jika peringatan ini tidak diindahkan, maka sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 49 Tahun 2020 diberikan sanksi berupa sanksi sosial dan denda materi atau mencabut izin usahanya,” kata Salim mengakhiri.




















































