- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Pemko Batam Terus Kembangkan Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau museum Raja Ali Haji Batam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk terus mengembangkan museum Raja Ali Haji Batam. Tak hanya sekedar untuk menjadi daya tarik wisatawan, tapi juga diharapkan sebagai tempat belajar bagi generasi masa depan.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa, melalui museum inilah generasi yang ada saat ini ataupun yang akan datang bisa lebih memahami sejarah. Bagaimana zaman kerajaan dulu hingga sampai era seperti ini.
“Menurut saya, informasi yang ada di dalam museum ini sangat penting, agar diketahui generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Amsakar saat meninjau museum Raja Ali Haji Batam, Kamis (7/1/2021).
Amsakar mengaku, selalu mengingatkan kepada masyarakat bahwa pentingnya untuk memahami catatan sejarah. Melalui museum inilah salah satu jalan untuk menjelaskan perjalanan masa lalu.
“Kemudian dari perjalanan sejarah ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran,” katanya.
Amsakar yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Batam, Azril Apriansyah tersebut mengatakan, saat ini sumber histori yang ada di dalam museum ini memang masih perlu penguatan. Terutama informasi terkait apa saja yang dilakukan sultan-sultan, selama memimpin zaman dahulu.
“Karena itu, saya minta agar terus dikembangkan dan dilengkapi,” katanya.
Sebagaimana diketahui Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.
Selain menjadi objek wisata, museum ini juga sebagai media edukasi masyarakat Batam, khususnya para pelajar untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Batam dari masa ke masa.
Mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.
(ril)















































