- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
Pria Warga Pesisir Timur Diamankan Polisi karena Miliki Sabu

Keterangan Gambar : Ilustrasi.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Miliki sabu puluhan gram, seorang pria berhasil diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Anambas, Kamis (08/01/2026).
Pria tersebut diketahui berinisial H, warga Desa Pesisir Timur. H diamankan polisi di jalan sungai Sugi , kelurahan Tarempa, sekitar pukul 18:37, diduga akan melakukan transaksi Narkoba.
Kasat Resnarkoba Polres kepulauan Anambas, Iptu Kristian mengungkapkan penangkapan H tersebut berawal dari informasi dari masyarakat dan dilanjutkan dengan pengembangan di lapangan.
Saat H diamankan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari terduga pelaku.
"Dari hasil penggeledahan terhadap terduga pelaku, petugas menemukan dua paket plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Barang bukti tersebut terdiri dari dua paket sabu ukuran sedang dengan berat netto 10,17 gram, dan 5,4 gram, serta satu paket ukuran kecil dengan berat netto 1,45 gram.
Selain mengamankan dua paket yang diduga sabu, anggota Resnarkoba Polres Anambas juga mengamankan dua unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai alat komunikasi transaksi narkotika.
Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menegaskan, ia tidak akan memberikan gerak dan tidak akan mentolerir pihak manapun yang terlibat dalam peredaran narkoba.
“Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika di Kepulauan Anambas. Ini adalah wujud nyata komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Narkotika.
Ia juga menghimbau seluruh masyarakat, agar dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba, dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Peran serta masyarakat sangat penting. Dengan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat, kami optimistis peredaran narkoba di Kepulauan Anambas dapat ditekan semaksimal mungkin,” tutupnya. (Ferengki)
















































