- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
PT Raya Padang Langkat Buka Pos Kesehatan untuk Layani Warga di 20 Desa

Keterangan Gambar : PT Raya Padang Langkat membuka posko kesehatan di Kantor Kebun Afdeling 10, Desa Marlempang, Kecamatan Marlempang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (20/12).
MELAYUNEWS.COM, LANGKAT - Menindak lanjuti bantuan bagi masyarakat terdampak banjir akhir November lalu, PT Raya Padang Langkat membuka posko kesehatan di Kantor Kebun Afdeling 10, Desa Marlempang, Kecamatan Marlempang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (20/12).
Sebanyak delapan tim medis, termasuk empat dokter dari Medan (dr. Ihsan Nasution, dr. Azkarunia M, dr. Esther Anastasia, dan dr. Syafrida), didatangkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pemberian obat-obatan.
Setidaknya tercatat 70 warga telah mendapatkan bantuan, termasuk belasan anak-anak.
Salah seorang warga, Dani mengatakan, dengan adanya posko kesehatan ini warga merasa terbantu karena jarak yang dekat dengan pemukiman mereka.
"Puskesmas di desa kita belum beroperasi maksimal pasca banjir, jadi kita harus jauh ke kota untuk berobat," ujar Dani.
Sementara menurut dr. Ihsan Nasution, sebagian besar warga yang berobat mengeluhkan sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, dan gatal-gatal.
"Ini disebabkan karena pemukiman masih terendam air dan lumpur; ketika kering, lumpur menjadi debu yang terhirup warga," jelasnya.
Layanan kesehatan ini akan terus berjalan untuk melayani tidak hanya warga masyarakat, tetapi juga karyawan PT Rapala yang bermukim di areal kebun. (SP)















































