- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
PT Raya Padang Langkat Buka Pos Kesehatan untuk Layani Warga di 20 Desa

Keterangan Gambar : PT Raya Padang Langkat membuka posko kesehatan di Kantor Kebun Afdeling 10, Desa Marlempang, Kecamatan Marlempang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (20/12).
MELAYUNEWS.COM, LANGKAT - Menindak lanjuti bantuan bagi masyarakat terdampak banjir akhir November lalu, PT Raya Padang Langkat membuka posko kesehatan di Kantor Kebun Afdeling 10, Desa Marlempang, Kecamatan Marlempang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (20/12).
Sebanyak delapan tim medis, termasuk empat dokter dari Medan (dr. Ihsan Nasution, dr. Azkarunia M, dr. Esther Anastasia, dan dr. Syafrida), didatangkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pemberian obat-obatan.
Setidaknya tercatat 70 warga telah mendapatkan bantuan, termasuk belasan anak-anak.
Salah seorang warga, Dani mengatakan, dengan adanya posko kesehatan ini warga merasa terbantu karena jarak yang dekat dengan pemukiman mereka.
"Puskesmas di desa kita belum beroperasi maksimal pasca banjir, jadi kita harus jauh ke kota untuk berobat," ujar Dani.
Sementara menurut dr. Ihsan Nasution, sebagian besar warga yang berobat mengeluhkan sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, dan gatal-gatal.
"Ini disebabkan karena pemukiman masih terendam air dan lumpur; ketika kering, lumpur menjadi debu yang terhirup warga," jelasnya.
Layanan kesehatan ini akan terus berjalan untuk melayani tidak hanya warga masyarakat, tetapi juga karyawan PT Rapala yang bermukim di areal kebun. (SP)



















































