- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
PWI Kepri Terima Penghargaan Bawaslu dalam Rakor Pengawasan

Keterangan Gambar : Ketua Bawaslu Kepri Zulhadril Putra memberikan piagam kepada dua nara sumber, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani dan staf pengajar di FISIP Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Rudi Rohi. (Foto: Humas Bawaslu Kepri)
MELAYUNEWS.COM, BATAM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau menerima piagam penghargaan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri atas partisipasinya sebagai pemateri dalam Rapat Koordinasi Kelembagaan Penguatan Pengawasan Pemilu dan Pilkada 2025.
Piagam diserahkan usai sesi penyampaian materi oleh Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Pacific Palace, Batam, Selasa (2/12/2025)
Dalam paparannya, Saibansah menegaskan pentingnya profesionalisme jurnalis dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik untuk memastikan pemberitaan pemilu yang akurat, berimbang, dan tidak memicu disinformasi.
Ia menyebut pers sebagai pilar keempat demokrasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik tetap sehat selama tahapan pemilu.
“Pers memainkan peran penting dalam mengawal iklim demokrasi dalam koridor yang benar,” ujarnya.
Selain PWI, Bawaslu juga menghadirkan akademisi dan pegiat pemilu Dr. Rudi Rohi yang menyampaikan urgensi penguatan kelembagaan pengawas pemilu.
Wakil Dekan II FISIP Universitas Nusa Cendana (UNDANA) itu mendorong agar Bawaslu ditingkatkan menjadi komisi setara KPU agar fungsi pengawasan pemilu semakin kuat.
“Saya mengusulkan agar Bawaslu jangan dikecilkan menjadi badan seperti sekarang. Seharusnya menjadi komisi, seperti KPU, karena Bawaslu menentukan dua dari tiga pilar demokrasi di Indonesia,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra menyebut partisipasi luas berbagai unsur masyarakat sebagai modal penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif pada Pemilu dan Pilkada 2025.
“Kami mengapresiasi seluruh narasumber dan peserta yang hadir. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk memastikan penyelenggaraan pemilu yang transparan dan akuntabel,” kata Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra.
Rakor ini diikuti berbagai organisasi masyarakat, lembaga adat, komunitas jurnalis, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Batam. Setiap peserta mengirimkan dua perwakilan.
Peserta antara lain berasal dari Komunitas Pengawas Partisipatif (KPP) Batam, Universitas Internasional Batam, Universitas Riau Kepulauan, Universitas Putra Batam, Politeknik Negeri Batam, Universitas Ibnu Sina, Universitas Universal, PWNU, PWM, serta sejumlah paguyuban dan organisasi seperti GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, ICMI Kepri, FKUB, BKOW, PPDI, PERPAT, dan PSMTI.
Selain itu turut ikut serta organisasi kemahasiswaan seperti GMNI, HMI, PMII, GMKI, GAMKI, IMM, KAMMI, dan PMKRI juga turut hadir. (Red)















































