- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Sekda Batam Terima Penghargaan Pemantun Kehormatan

Keterangan Gambar : Jefridin Hamid, Sekretaris Daerah Kota Batam (kanan) saat menerima penghargaan sebagai pemantun kehormatan pada Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, pada Minggu (27/12/2020) malam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid didapuk sebagai penerima penghargaan sebagai pemantun kehormatan pada Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, pada Minggu (27/12/2020) malam.
“Semoga budaya berpantun terus meningkat di tanah air kita. Menjunjung Budaya Mengangkat Marwah Bangsa,” harap Jefridin.
Pantun karya Jefridin dapat disaksikan di kanal YouTube, Rumah Seni Asnur. Sejauh ini telah ditonton lebih dari 48 ribu kali dan disukai lebih dari 12 ribu. Isi pantun begitu sarat makna. Diantaranya, pesan kepemimpinan dan pembangunan yang tidak melupakan budaya. Tidak hanya tersirat dalam bait pantun, visualisasi dalam video memperkaya pesan pantun tersebut.
“Sepatutnya rasa syukur panjatkan atas penghargaan ini dan terima kasih kepada yang menonton, me-like dan komen video Pantun Mutiara Budaya Indonesia, karya saya di youtube,” ucapnya.
Adapun pantun karya dan dibacakan Jefridin berbunyi sebagai berikut:
Jembatan Barelang Kokoh Berdiri, Tempat Wisata Batam Pesona. Jabatan Disandang Budaya Pagari, Amanat Terhimpun Pasti Terlaksana.
Masjid Sultan Megah Terbangun, Wahana Ibadah Wisata Reliji. Solid Visi Budaya Membangun, Sempurna Kerja Sudah Teruji.
Pulau Batam Banyak Penyair, Jadi Tempat Kenduri Melayu. Kalau Adat Sudah Terukir, Abadi Kuntum Takkan Layu.
Sungai Ladi Hutannya Lebat, Teratur Tertata Wana Bakti. Sebagai Tanda Orang Beradat, Tutur Terjaga Berbudi Pekerti.
Putri Batam Lembut Penyayang, Berkebaya Batik Motif Sekayu. Mari Jaga Pusaka Moyang, Kaya Dengan Budaya Melayu.
Sakti Kemilau Batam Terukir, Tercatat Sejarah Senarai Tersurat. Bukti Budaya Dijaga Penyair, Semangat Berkarya Batam Terangkat.
Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia tahun ini diikuti sebanyak 32 daerah se-Indonesia. Kota Batam sebagai tuan rumah sukses ikut menaja kegiatan bergengsi ini. Andil Pemerintah Kota (Pemko) Batam ikut menjaga budaya tak diragukan lagi. Secara khusus, bahkan telah terbit regulasi yang mengatur perihal ini yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.
Tidak heran, pembangunan Batam tidak menanggalkan budaya. Untuk itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi terus melestarikan budaya ini. Terlebih pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 17 Desember 2020, belum lama ini.
“Pantun ini budaya kita, bahkan sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 17 Desember 2020 lalu. Mari lestarikan dan saya yakin kalau kita majukan kebudayaan, maka yang lain akan mengiringinya,” kata Rudi.
(ril)















































