- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Selesaikan Banjir, Walikota Batam Akan Lebarkan Drainase di Jalan Protokol

Keterangan Gambar : Walikota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi (paling kanan) saat meninjau lokasi genangan air di Simpang Baloi, Lubukbaja, Kota Batam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Walikota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, akan melebarkan drainase di Jalan Jenderal Sudirman dan Yos Sudarso (Pelabuhan Batuampar - Bandara Hang Nadim). Pasalnya, ruas jalan itu kerap tergenang karena drainase tak mampu menampung volume air saat hujan terjadi.
“Setelah kita cek, memang drainasenya tak mampu menampung debit volume air,” kata Rudi, saat meninjau lokasi genangan air di Simpang Baloi, Lubukbaja, Kota Batam, Sabtu (2/1/2021).
Rudi mengatakan, ada sejumlah titik yang kerap tergenang di sepanjang jalan protokol tersebut. Ia merinci, selain di lokasi yang ia tinjau, juga terjadi di depan Gogo Bengkong, Simpang Bandara, Bida Asri 2, dan Simpang Kabil. Ia mengatakan, sepanjang jalan itu, kapasitas drainase tak cukup menampung luapan air saat hujan.
“Segera saya dudukan (di BP Batam), Senin akan kita rapatkan,” ujar Rudi.
Ia menargetkan agar tahun ini dapat dilakukan pembongkaran. Ia menyampaikan, saat ini lebar drainase hanya 1-2 meter. Ia menargetkan agar drainase di jalan utama itu bisa menjadi 7-8 meter agar mampu menampung volume air yang ada.
“Kalau sudah kita bikin besar drainase ini, maka air tidak naik lagi ke jalan,” kata dia.
Untuk sementara ini, Rudi menginstruksikan kepada Camat, Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Batam, dan Direktorat Pengamanan (Ditpam) untuk turun ke titik-titik lokasi banjir bersama masyarakat. Ia ingin drainase yang ada, dibersihkan dari sampah yang menutup saluran.
“Besok harus mulai bekerja bersama masyarakat juga yang berada di lingkungan masing-masing,” katanya.
Rudi juga mengatakan, saat ini banyak muncul titik baru banjir di Kota Batam. Ia tak memungkiri hal tersebut selain drainase yang kecil juga banyaknya lahan yang dibuka dan sebagainya.
“Saya lihat banyak titik genangan baru, ini disebabkan perumahan bertambah, penghijauan berkurang dan drainase yang kecil,” kata Rudi mengakhiri.
(ril)



















































