- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
SMSI Bintan dan GAN Kepri Lawan Premanisme Lewat Edukasi dan Kolaborasi

MELAYUNEWS.COM, TANJUNGPINANG — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bintan, Ramdan, menjadi salah satu pemateri dalam diskusi Ngobrol Perkara Indonesia (Ngopi) yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Gaung Anak Negeri (DPP GAN) Kepri, Rabu (28/5/2025).
Diskusi yang berlangsung di Kedai Kopi Batman, Tanjungpinang, ini mengangkat tema “Menggugat Premanisme di Era Digital” dan juga menghadirkan narasumber dari Polres Bintan, yakni Iptu Surya.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh LSM, perwakilan mahasiswa, serta pegiat media, sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye nasional anti-premanisme yang saat ini tengah digalakkan pemerintah.
Ketua GAN Kepri, Juandi, mengatakan bahwa premanisme merupakan fenomena sosial yang kompleks.
Menurutnya, praktik premanisme tidak hanya mengancam keamanan masyarakat, tetapi juga memengaruhi dinamika politik dan sosial secara luas.
"Dalam beberapa tahun terakhir, premanisme bahkan telah menjalar ke media sosial, menciptakan ruang baru bagi intimidasi dan kekerasan verbal. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan harus dilakukan secara menyeluruh dan kolaboratif," ungkap Juandi.
Sementara, Ketua SMSI Kabupaten Bintan, Ramdan menambahkan, diskusi ini bertujuan untuk menggali perspektif dari berbagai pihak guna mencari solusi konkret yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial dan digital masyarakat.
“Kami ingin membangun ruang diskusi yang aman, inklusif, dan produktif untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya premanisme serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencegah dan menanggulanginya,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang kolaborasi antara unsur masyarakat sipil, aparat kepolisian, dan media dalam memperkuat kesadaran kolektif terhadap isu premanisme yang kian berkembang, terutama di era digital yang serba terbuka.(red)



















































