- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BPHTB pada BP2RD Tanjungpinang Mangkir Dipanggil Kejari

Keterangan Gambar : Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang, Aditya Rakatama. /1st
KORANBATAM.COM - Pemanggilan pertama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang terhadap Yudi Ramadhani terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan bangunan (BPHTB) pada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang, tidak datang.
Pasalnya yang bersangkutan (Yudi Ramadhani) sakit Diare akut. Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Yudi, Iwan Kusuma Putra, kepada pihak Kejari Tanjungpinang.
“Iya, yang bersangkutan batal hadir dalam pemanggilan pertama, dikarenakan sakit diare akut. Surat kesehatannya diantar oleh pengacara beliau (Yudi),” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjungpinang, Aditya Rakatama, di Kantor Kejari Tanjungpinang, Senin (22/2/2021).
Kata Aditya, pemanggilan terhadap Yudi Ramadhani seharusnya diagendakan pada hari ini (Senin), sekira pukul 10.00 WIB. Namun, surat sakit Yudi masuk ke Kantor Kejari sekitar pukul 11.00 WIB.
“Pemanggilan Yudi Ramadhani sebagai tersangka, tadi pagi, pukul 10.00 WIB. Namun pukul 11.00 WIB, kurang 15 menit, pengacara yang bersangkutan bernama Iwan Kusuma Putra, menyampaikan surat sakit kliennya tertanggal hari ini hingga tiga hari kedepan,” jelasnya.
Mangkirnya Yudi dalam pemanggilan pertama, pihak Kejari Tanjungpinang rencana akan melakukan pemanggilan kedua pada Jumat (25/2/2021).
“Pemanggilan selanjutnya dilihat apakah yang berseangkutan koopwratif apa tidak. Jika tidak koperatif, maka pihak Kejari akan tentukan sikap. Jika yang bersangkutan tidak hadir dalam pemanggilan kedua ini, kami akan tentukan sikap. Kami sudah mempunyai kewenangan dalam penahanan, jika masih tidak koperatif maka kita lakukan upaya paksa,” tegasnya.
Diketahui, pemanggilan terhadap Yudi Ramdhani dilakukan terkait adanya beberapa pertanyaan terkait kasus yang menimpanya. Yang mana berkas sudah berada di Jaksa Peneliti dan masih ada beberapa yang masih kurang, yang akan ditanyakan kepada saksi maupun tersangka.
(cr1)




















































