- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
- Pengurus PWI Kepri Hormati Pengunduran Diri Sejumlah Anggota, Koordinasikan Administrasi dengan PWI Pusat
- BPBD Anambas Salurkan Air kepada Warga yang Terdampak Kekeringan
- Aneng: Validasi Data Penting untuk Mendorong Kepatuhan Masyarakat Bayar PBB
- Bupati Aneng Apresiasi DPRD Anambas atas Kerjasama yang Baik Sepakati Ranperda Lpj Tahun Anggaran 2025
- Hari Anak Nasional, Bupati Anambas Ajak Masyarakat agar Penuhi Hak-hak Anak
- Bupati Anambas Koordinasi dengan Wakil Mendagri Bahas Tata Kelola Penguatan Pemerintahan
- Program MBG di Anambas Selain Manfaat Buat Siswa Juga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
Ukur Kemampuan Para Atlet, 120 Taekwondoin Ikuti Uji Kenaikan Tingkat

Keterangan Gambar : Atlet Taekwondo Kharisma Bangsa, Khalid Dhiyaa Ulhaq (sudut merah), melakukan tendangan ke arah lawan saat ujian kenaikan tingkat di Kepri Mall, Minggu (25/5/2021). Foto/Ilham/KORANBATAM.COM
KORANBATAM.COM - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung tak menyurutkan semangat para atlet Taekwondo Kharisma Bangsa untuk tetap dapat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dilakukan pada Minggu (23/5/2021) di Atrium Kepri Mall, Batam. Sebanyak 120 taekwondoin diuji kemampuannya, mulai dari sabuk putih hingga sabuk merah strip hitam dua.
Ketua Bidang Kenaikan Tingkat UTI Pro Kepri, Soewito Trikusuman, mengatakan, UKT ini sengaja mereka lakukan agar materi atau ilmu yang telah ditempuh selama masa berlatih dapat diukur dari para taekwondoin.
“Kita ukur kemampuan para atlet dari ujian ini. Untuk tahap ujiannya itu, ada dasar-dasar tendangan, pukulan, tangkisan juga rangkaian jurus kibon dan taegeuk 1 sampai 8, juga ada perkelahian (kyorugi), dan ketahanan fisik,” kata Soewito.
Soewito juga mengatakan, untuk antisipasi tidak terjadinya kerumunan, UKT kali ini dibagi menjadi tiga sesi dengan durasi satu jam per sesi.
“Sengaja kita bagi tiga sesi karena melibatkan banyak orang agar tetap mengikuti standar kesehatan Covid-19, anak-anak yang mengikuti ujian pun terlebih dahulu di cek suhu tubuhnya, mencuci tangan dan memakai masker,” jelas Soewito.
Sementara itu, Penguji Nasional UTI Pro Master, Siauw Lung Wu, mengatakan, pada UKT ini, ujian kenaikan tingkat bukan hanya sekadar ujian. Dari ujian itu diharapkan lahir bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa dibina untuk menjadi atlet andalan. Sehingga mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.
Selain itu, lanjutnya, dengan UKT ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan kemampuan para taekwondoin agar bisa bersaing di kejuaraan-kejuaraan yang lebih besar lagi.
“Jadi kita ingin melihat perkembangan dan mengukur kemampuan para atlet setelah mereka mengikuti latihan. Semoga para atlet bisa terus meraih dan meningkatkan prestasinya di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
(Ilham)



















































