- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- Viral Video Pesta Narkoboy di Bosar Maligas, Polda Sumut Respon Akan Buru Pelaku
- Wali Kota Medan Dorong Ulos Menembus Pasar Fesyen Dunia
- Perkuat Pemberantasan Narkoba, Bobby Nasution Ajak Polda Sumut Rumuskan Perda Khusus
- Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg
- Wali Kota Medan Buka Pekan Budaya Medan 2026
- Biznet Perluas Jaringan di Sumut, Targetkan 45 Ribu Pelanggan pada Akhir 2026
- Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
- Penabalan Marga Jadi Amanah, Rico Waas Siap Kenalkan Budaya Karo Lebih Luas
- Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Tak Bayar Pajak, Tanpa Plat dan Kaca Spion
Wakil Walikota Batam Ajak Warga Bulang Ikut Kembangkan Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (berdiri) saat sambutannya dalam kegiatan Musrenbang Kelurahan Temoyong, di Bulang. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengajak masyarakat Bulang ikut mengembangkan museum Batam Raja Ali Haji. Hal ini disampaikannya dalam sambutannya pada kegiatan Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kelurahan Temoyong, Bulang, Rabu (27/1/2021).
Amsakar menyampaikan bahwa Kota Batam sudah memiliki museum yang bernama Musuem Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk terus mengembangkan museum yang menggambarkan sejarah Batam dari masa Riau Lingga sampai masa pembangunan infrastruktur sekarang.
Lanjut Amsakar, museum ini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Batam untuk menarik wisatawan. Selain itu museum tersebut juga sebagai tempat belajar bagi generasi millenial masa depan.
“Museum ini adalah daya tarik baru untuk wisatawan, sekarang ini kami terus melengkapi isinya seperti menulis skrip dan lain-lain,” ujar Amsakar.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menghimbau agar ahli waris Temenggung Abdul Jamal ikut mengambil peran melengkapi museum kebanggaan masyarakat Batam ini.
“Ada yang punya keris Temenggung (Temenggung Abdul Jamal), surat wasiat yang bernilai sejarah dan sebagainya, tolong ahli waris membantu untuk melengkapi di museum,” katanya.
Jika benda peninggalan tersebut tak mau dilepas, Amsakar menyarankan untuk dititipkan dan dijaga baik serta dibuatkan surat perjanjian.
“Kalau seandainya dihargai berhitung dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, demi kemajuan kita bersama,” terangnya.
Sementara, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan jika barang peninggalan tersebut dijadikan koleksi museum akan dapat menggiring wisatawan datang langsung ke Bulang, misalnya untuk lebih mengetahui tentang Temenggung Abdul Jamal.
“Kami senantiasa menjaga dan merawat koleksi Museum Batam Raja Ali Haji,” ujarnya.
Sumber: Disbudpar Batam



































_jpg.jpg)
















