- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Walikota Batam Resmikan Pasar TPID Sekupang, Kemenpan RB RI: Terobosan Kreatif

Keterangan Gambar : Penandatanganan prasasti pasar oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi (paling kanan) saat meresmikan Pasar TPID 2 di Kompleks Dreamland, Tanjungriau, Sekupang, Kota Batam. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Walikota Batam, Muhammad Rudi meresmikan Pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2 di Kompleks Dreamland, Tanjungriau, Sekupang, Kota Batam, Sabtu (23/1/2021). Peresmian tersebut ditandai penandatanganan prasasti pasar yang menyediakan kebutuhan bahan pokok dengan harga distributor tersebut oleh Walikota.
Dalam sambutannya, Rudi menegaskan bahwa, keberadaan pasar TPID diharapkan mampu menyediakan bahan pokok dengan harga murah agar masyarakat di sekitar mampu membeli. Jika tidak, lanjut Rudi, maka keberadaan pasar tersebut tidak ada bedanya dengan pasar-pasar lain.
“Kemampuan daya beli masyarakat sedang berkurang akibat pandemi Covid-19. Kita buka pasar TPID ini, agar daya beli masyarakat meningkat,” ujar Rudi.
Untuk itu, ia berpesan kepada pengelola, untuk menyediakan bahan pokok dengan harga murah. Ia menegaskan agar pengelola tidak mencari untung karena tujuan pasar TPID sebagai penekan laju inflasi di Batam.
“Jangan cari untung di sini. Kalau harganya sama saja, maka setelah dibuka ini akan kosong. Saya titip betul ini,” tegasnya.

Keterangan gambar : Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid (kanan) terlihat sedang survei harga-harga sembako di pasar TPID 2 di Kompleks Dreamland, Tanjungriau. (Foto : istimewa)
Sementara, Asisten Deputi Pelayanan Publik Wilayah 1 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI, Jeffrey Erlan Muller mengapresiasi langkah Batam menghadirkan pasar TPID. Ia mengatakan, Pasar TPID merupakan terobosan di bidang perekonomian.
“Ini terobosan kreatif dan perlu digalakkan dan jadi model atau contoh bagi daerah lain untuk belajar ke Batam,” ujarnya.
Ia mengaku, keberadaan TPID pula, sebagai penyeimbang bagi pasar-pasar yang ada di sekitar. Selain mampu bersaing di harga, juga fasilitas tentu lebih baik.
“Kalau kita lihat biasanya pasar jorok, bau, becek. Namun, pasar ini terlihat modern,” kata dia.
Sementara itu, Kapala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Batam, Gustian Riau mengatakan bahwa hadirnya pasar tersebut sebagai inovasi Disperindag di awal Tahun 2021 ini. Dalam laporannya, pasar TPID 2 memiliki 250 kios dan 56 lapak.
“Selain menyediakan kebutuhan bahan pokok, di pasar TPID akan ada sarana untuk pasar jadul bagi komunitas yang ada di Batam,” ujarnya.
Ia melanjutkan, keberadaan pasar TPID itu pula sebagai upaya pemerintah menekan inflasi di Kota Batam serta sebagai wujud cita-cita Walikota Batam yang ingin setiap kecamatan ada pasar TPID. Untuk saat ini, Pasar TPID 2 ini mencakup tiga kecamatan yakni Batuaji, Sagulung, dan Sekupang. Sementara harga yang ditawarkan adalah harga distributor sehingga jauh lebih murah.
“Pasar TPID Ini lebih komplet dan memiliki peluang yang cukup besar karena menggandeng kadin dan pelaku UKM binaan dari Dekranasda, seperti batik dan tenun,” ujarnya.
(ril)















































