- Beredar Info Bandar Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, APH Diminta Turun Tangan
- Wali Kota Medan Minta Pengurus ICMI Muda Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat
- Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Memperdalam Pengetahuan Budaya
- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
Walikota Batam Sebut Dua Pilot Projeck Wisata Batam dan Bintan, Rudi: SOP Wajib Diterapkan dengan Ketat
Rencana Pembukaan Wisatawan Mancanegara

Keterangan Gambar : Walikota Batam, Muhammad Rudi, memaparkan kesiapan Kota Batam dihadapan Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno, di Batam View Resort, Sabtu (20/3/2021).
KORANBATAM.COM - Pemerintah tengah merencanakan membuka kembali wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Kepulauan Riau (Kepri) menjadi salah satu provinsi yang akan menjadi percontohan.
Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan Kepri ada dua yang akan ditunjuk sebagai pilot project. Diantaranya adalah Kota Batam dan Kabupaten Bintan.
“Untuk Batam akan dipusatkan di Kecamatan Nongsa. Alhamdulillah saat ini Nongsa sudah zona hijau,” kata Rudi saat memaparkan kesiapan Kota Batam dihadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, di Batam View Resort, Sabtu (20/3/2021).
Dijelaskan Rudi bahwa, ada tiga keunggulan Nongsa untuk menjadi daya tarik wisman. Pertama adalah wisata golf, resort dan juga Kampung Tua. Sehingga diharapkan bisa menjadi pilihan wisatawan untuk datang ke Batam.
Namun, Rudi berpesan kepada seluruh pengelola kawasan pariwisata di Nongsa untuk benar-benar menerapakan standar oprasional prosedur (SOP). Sebab, hal ini menjadi bagian yang sangat penting dan wajib dilaksanakan.
“Karena kalau sampai ada satu saja kasus, maka ini akan ditutup kembali. Karena itu siapapun yang datang SOP harus dilaksanakan, termasuk saya sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan bahwa, pihaknya juga sepakat apa yang disampaikan Walikota Batam, Muhammad Rudi.
Menurut dia, dengan dibukannya kembali pintu masuk Wisman diharapkan agar pengelola pariwisata di Kepri tidak berevoria yang berlebihan. Sehingga lengah dan tidak menerapkan SOP yang ada.
“Kita harus belajar dari Bali, awalnya dipuji-puji kemudian kasus Covid-19 meningkat dan menjadi urutan nomor tujuh terbanyak di Indonesia,” kata Sandiaga.
Selain itu, Sandiaga juga berpesan kebijakan pembukaan pariwisata mancanegara ini diharapkan tidak hanya menguntungkan pelaku usaha yang besar saja. Tapi juga harus sampai kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).















































